BERITA TERKINI
Kabar Dunia Sepekan: Invasi Rusia ke Ukraina Memasuki Pekan Kedua, Serangan Melambat dan Dampak Sanksi Meningkat

Kabar Dunia Sepekan: Invasi Rusia ke Ukraina Memasuki Pekan Kedua, Serangan Melambat dan Dampak Sanksi Meningkat

Invasi Rusia ke Ukraina terus berlanjut dan memasuki pekan kedua sejak dimulai pada 24 Februari. Presiden Rusia Vladimir Putin belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan serangan ke Ukraina.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah perkembangan terkait perang dan dampaknya menjadi sorotan, mulai dari kerusakan aset strategis Ukraina, dinamika pergerakan militer Rusia, hingga konsekuensi sanksi internasional yang mulai dirasakan warga Rusia.

Antonov-225 dilaporkan hancur

Rusia dilaporkan menghancurkan Antonov-225, pesawat terbesar di dunia milik Ukraina, dalam serangan di luar Kyiv pada Minggu (27/2/2022). Kehancuran pesawat kargo raksasa itu dikonfirmasi oleh kelompok produsen senjata Ukraina, Ukroboronprom, yang menyebut pesawat AN-225 dihancurkan di bandara Antonov di Gostomel, dekat Kyiv.

Laju invasi disebut melambat, namun ancaman tetap besar

Pada hari kelima invasi, Senin (28/2/2022), laju serangan Rusia dilaporkan melambat. Meski demikian, para pakar mengimbau agar kondisi tersebut tidak segera disimpulkan sebagai tanda meredanya operasi militer. Pasukan Rusia disebut tengah mempersiapkan serangan ke ibu kota Kyiv dan kota-kota lain, sembari berupaya menggabungkan kekuatan di wilayah selatan Ukraina. Strategi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko korban sipil.

Kekuatan udara Rusia belum dikerahkan besar-besaran

Sejumlah pejabat Barat juga menyoroti fakta bahwa Rusia belum mengerahkan kekuatan udaranya secara besar-besaran, meski invasi telah berjalan enam hari. Sebelum invasi dimulai, intelijen Amerika Serikat memperkirakan Moskwa akan bergerak cepat mendominasi langit Ukraina. Namun prediksi itu tidak terjadi, dan kondisi tersebut dilaporkan menimbulkan kebingungan karena belum ada penjelasan yang dianggap tepat.

Dampak sanksi dan boikot mulai terasa di Rusia

Seiring sanksi Barat dan boikot sejumlah perusahaan internasional terhadap Rusia, warga Rusia biasa mulai merasakan dampak yang berat. Disebutkan, sistem pembayaran tidak beroperasi sehingga memicu masalah penarikan uang tunai, sementara sebagian warga kesulitan membeli barang-barang tertentu.

Ukraina minta serangan ke PLTN Zaporizhzhia dihentikan

Pemerintah Ukraina juga menyoroti situasi di PLTN Zaporizhzhia, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba meminta pasukan Rusia menghentikan serangan terhadap fasilitas tersebut pada Jumat, setelah terjadi kebakaran. Menurut juru bicara PLTN, Andrei Tuz, api muncul di salah satu unit setelah serangan Rusia. PLTN Zaporizhzhia, yang berada di kota industri di tenggara Ukraina, diketahui memasok sekitar 40 persen tenaga nuklir negara itu.

Peringatan Putin soal zona larangan terbang

Di tengah perdebatan internasional mengenai kemungkinan pemberlakuan zona larangan terbang di atas Ukraina, Vladimir Putin pada Sabtu (5/3/2022) menyatakan bahwa negara mana pun yang berupaya menerapkannya akan dianggap Moskwa telah memasuki konflik. Dalam pertemuan dengan karyawan Aeroflot dekat Moskwa, Putin menyebut langkah tersebut akan dipandang sebagai partisipasi dalam konflik bersenjata. Ia juga memperingatkan bahwa penerapan zona larangan terbang akan membawa konsekuensi besar dan bencana, tidak hanya bagi Eropa, tetapi juga dunia.