BERITA TERKINI
Kabar Dunia Sepekan: Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara, Trump Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Kabar Dunia Sepekan: Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara, Trump Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Dua peristiwa menjadi sorotan utama dalam kabar dunia sepekan: vonis 1.075 tahun penjara terhadap Adnan Oktar alias Harun Yahya di Turki, serta pemakzulan kedua Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Adnan Oktar, yang dikenal sebagai televangelis, penulis buku-buku Islam, dan pendakwah asal Turki, dijatuhi hukuman 1.075 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti melakukan berbagai tindak kejahatan. Pengadilan di Istanbul menjatuhkan vonis tersebut pada Senin (11/1/2021). Oktar sebelumnya ditahan kepolisian Istanbul pada 2018 bersama lebih dari 200 tersangka lain yang terkait kelompoknya. Dalam pemberitaan, Oktar disebut terseret sejumlah kasus, mulai dari kejahatan seksual hingga berbagai tindak kriminal lain.

Sementara itu di Amerika Serikat, DPR AS memakzulkan Donald Trump untuk kedua kalinya pada Rabu (13/1/2021). Trump didakwa seminggu sebelum mengakhiri masa jabatannya, menyusul tuduhan menghasut kerusuhan terkait klaim palsu mengenai hasil pemilihan presiden dan penyerbuan Gedung Capitol saat proses peresmian kemenangan Joe Biden pada Rabu (6/1/2021). Pemakzulan ini juga tercatat mendapat dukungan dari 10 politisi Partai Republik.

Selain dua isu besar tersebut, rangkuman kabar dunia sepekan juga memuat sejumlah peristiwa lain. Di China, seorang dokter memicu kontroversi setelah menyebut vaksin Covid-19 dari Sinopharm sebagai yang paling tidak aman di dunia. Dr Tao Lina, pakar vaksin asal Shanghai, menyampaikan pernyataan itu kepada 4,8 juta pengikutnya dan menyebut vaksin tersebut memiliki 73 efek samping.

Dari Indonesia, kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 kembali menyorot isu keselamatan penerbangan. Pesawat Boeing 737-500 berkode registrasi PK-CLC itu jatuh di Kepulauan Seribu, di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat membawa 43 penumpang dewasa, 7 anak, 3 bayi, serta 12 kru, dan sempat hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas.

Di Australia, kisah merpati balap yang dilaporkan akan dibunuh juga menarik perhatian. Burung tersebut disebut hilang saat balapan di Oregon, Amerika Serikat, pada 29 Oktober 2020, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi kelelahan di Melbourne, Australia, pada 26 Desember.

Peristiwa lain datang dari Hong Kong, ketika seorang gadis sosialita China-Amerika, Luo Lili, ditemukan tewas bunuh diri tanpa busana sambil mendekap bayinya yang berusia lima bulan. Seorang teman korban menyebut alasan bunuh diri berkaitan dengan depresi karena sang pacar belum siap menikahi korban meski sudah menghamilinya.

Dari Filipina, hasil otopsi resmi atas kematian pramugari Christine Angelica Dacera menyatakan ia tidak tewas diperkosa 11 pria, melainkan akibat aneurisma aorta. Namun, ibunya, Sharon Dacera, menyatakan tidak menerima kesimpulan tersebut dan tetap meyakini putrinya meninggal akibat pemerkosaan.