Kabupaten Jember ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan perdana Marching Music Sport Dunia 2027, ajang olahraga dan seni marching band berskala global yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2027. Penunjukan ini menempatkan Jember sebagai salah satu pusat perhatian komunitas marching band internasional.
Penetapan tersebut disampaikan dalam kunjungan Vice President Asian Marching Band Confederation (AMBC) ke Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, pada Minggu (25/1/2026). Rombongan AMBC diterima Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pariwisata, dan Ketua KORMI Jember. Pertemuan membahas kesiapan daerah, konsep penyelenggaraan, serta dampak yang diharapkan dari kejuaraan dunia ini.
Marching Music Sport merupakan kejuaraan yang diinisiasi AMBC, organisasi marching band tingkat Asia yang menaungi 22 negara anggota. Hingga saat ini, 12 negara telah menyatakan kesiapan untuk ambil bagian dalam kejuaraan perdana tersebut.
Presiden AMBC Sehat Kurniawan Saiman mengatakan Marching Music Sport dirancang untuk memperluas posisi marching band, tidak hanya sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang diakui secara internasional dan diarahkan menuju Olimpiade. “Ini adalah kejuaraan Marching Music Sport pertama di dunia, dan Jember terpilih sebagai tuan rumah. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan besar,” ujarnya.
Menurut Sehat Kurniawan, kejuaraan ini akan mempertandingkan sejumlah nomor lomba dengan total 17 medali yang diperebutkan. Cabang yang dilombakan meliputi marching music track putra dan putri dengan jarak 400 meter dan 800 meter, street parade, marching music battle, serta kategori color guard yang memadukan unsur teknik, kekuatan fisik, dan artistik.
Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah pelaksanaan marching music battle di kawasan pantai. Gagasan tersebut muncul dari Bupati Jember dan dinilai menghadirkan terobosan baru dalam format pertandingan karena hanya membutuhkan area sekitar 25 x 25 meter tanpa lintasan panjang. Sehat Kurniawan menyebut konsep lomba di pantai itu menarik dan belum pernah dilakukan sebelumnya, serta berpotensi menjadi rujukan apabila berjalan sukses.
Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas penilaian, AMBC berencana menghadirkan juri internasional dari Jepang, China, Thailand, Filipina, serta Indonesia. Seluruh aspek teknis, termasuk pengamanan dan pengaturan penonton, akan dikoordinasikan bersama panitia lokal di Jember.
Selain menjadi tuan rumah, Jember Marching Band juga dipercaya menjadi wakil Indonesia dalam Marching Music Sport Dunia 2027. Di bawah kepemimpinan H. Tri Basuki, tim tersebut telah memulai persiapan melalui proses seleksi dan pemusatan latihan yang direncanakan berlangsung selama sembilan bulan.

