Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyepakati penguatan kerja sama, khususnya di bidang ekonomi regional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai kolaborasi kedua provinsi penting karena keduanya memiliki peran strategis di tingkat nasional.
Khofifah menyebut Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai pusat Nusantara. Ia mengutip pesan almarhum Kiai Maimoen Zubair yang menekankan pentingnya persatuan kedua wilayah tersebut. Menurutnya, pandangan itu sejalan dengan pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menyebut posisi strategis Jawa Tengah, sementara Kiai Maimoen menyebut Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai “punjere” Indonesia.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan kerja sama lintas provinsi perlu diperkuat tidak hanya secara institusional, tetapi juga dalam mendorong kemajuan bersama. Ia berharap seluruh elemen strategis di kedua provinsi dapat saling terhubung dan berkontribusi pada agenda pembangunan yang saling menguatkan.
Di sektor perekonomian, Khofifah menyampaikan Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk provinsi dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, ia mendorong sinergi yang lebih konkret melalui pemanfaatan potensi sektor-sektor unggulan di masing-masing daerah.
“Tentu, harapan kita adalah sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur, ini bentuk sinergi dan kolaborasi,” kata Khofifah.

