BERITA TERKINI
ISBI Aceh Teken MoU dengan Prince of Songkla University Thailand di Phuket

ISBI Aceh Teken MoU dengan Prince of Songkla University Thailand di Phuket

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh memperluas jejaring internasional dengan menjalin kerja sama strategis bersama Prince of Songkla University (PSU) Thailand. Kesepakatan itu ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di VIP Room Royal City Phuket Hotel, Thailand, Jumat (08/05).

MoU tersebut ditandatangani Rektor ISBI Aceh Prof. Dr. Wildan, didampingi Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh Ichsan, M.Sn. Dari pihak PSU Thailand, penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. Afifi Lateh, didampingi Deputy Dean for Strategic Planning and International Affairs Dr. Meechal Wongdaeng.

Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian The National and International Conference on Education (NICE) 2026, sebuah forum akademik internasional yang dihadiri perguruan tinggi dan peneliti dari berbagai negara.

Menurut Wildan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen ISBI Aceh untuk membuka ruang kolaborasi global sekaligus memperkuat posisi kampus pada level internasional, terutama dalam pengembangan pendidikan seni, budaya, serta riset lintas negara.

“ISBI Aceh ingin terus tumbuh dan bergerak dalam jejaring pendidikan internasional. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pertukaran pengetahuan antarnegara,” ujar Wildan.

Ia menjelaskan, nota kesepahaman mencakup agenda dalam lingkup Tridarma Perguruan Tinggi, mulai dari kolaborasi akademik dan penelitian bersama, pengembangan seni budaya, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pelaksanaan konferensi internasional secara bersama.

Wildan juga menilai keterbukaan terhadap dunia internasional menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi di tengah perkembangan global. “Kampus tidak bisa lagi bekerja sendiri. Kolaborasi internasional adalah kebutuhan agar pendidikan mampu berkembang lebih maju dan relevan dengan perubahan dunia,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Afifi Lateh menyampaikan apresiasi atas kehadiran ISBI Aceh di Phuket. Ia menyebut kemitraan ini memiliki makna khusus karena ISBI Aceh menjadi institusi seni pertama dari Indonesia yang menjalin kerja sama resmi dengan PSU Thailand.

“Ini kerja sama yang sangat istimewa bagi kami. Selama ini sudah ada banyak universitas Indonesia yang bermitra dengan PSU, tetapi ISBI Aceh adalah kampus seni pertama. Ini sebuah kehormatan,” ujarnya.

Afifi berharap hubungan kedua institusi dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang memberi manfaat bagi pengembangan pendidikan dan kebudayaan di Asia Tenggara. “Kami berharap hubungan ini terus tumbuh dan menjadi jembatan akademik antarbangsa. Terima kasih kepada ISBI Aceh atas kepercayaannya. Insya Allah, kami juga berharap dapat berkunjung ke Aceh dalam agenda berikutnya,” katanya dalam bahasa Melayu.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan sejumlah akademisi Indonesia, di antaranya Guru Besar USK Prof. Yunisrina Qismullah Yusuf, Kaprodi DPIPS USK Dr. Muhammad Aulia, serta beberapa delegasi perguruan tinggi dari Sumatera.