BERITA TERKINI
Iran: Usulan Kerangka 10 Poin Diterima sebagai Dasar Negosiasi dengan AS

Iran: Usulan Kerangka 10 Poin Diterima sebagai Dasar Negosiasi dengan AS

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengatakan kerangka kerja 10 poin yang diusulkan Teheran telah diterima sebagai dasar untuk negosiasi mendatang dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan media pemerintah pada Jumat (10/4).

Dalam pertemuan dengan para diplomat asing di Teheran, Takht-Ravanchi menegaskan Iran tetap mendukung diplomasi dan dialog. Namun, ia menolak proses perundingan yang, menurutnya, didasarkan pada informasi menyesatkan atau berpotensi membuka jalan bagi aksi militer lanjutan.

“Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog,” ujarnya. Ia menekankan bahwa negosiasi tidak boleh dijadikan dalih untuk agresi baru.

Takht-Ravanchi juga menyatakan Iran tidak akan mendukung gencatan senjata tanpa adanya jaminan terhadap agresi baru. Ia menolak gencatan senjata yang memungkinkan pihak lawan mempersenjatai diri kembali.

Kerangka 10 poin yang disebutkan mencakup pengakuan hak Iran untuk memperkaya uranium, pencabutan sanksi Amerika Serikat, penarikan pasukan AS dari Timur Tengah, serta pengakhiran permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon.

Ketegangan antara kedua pihak meningkat sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal, serta pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan, sebagai langkah menuju kesepakatan yang lebih luas.