BERITA TERKINI
Iran Tolak Usulan AS, Ajukan Lima Syarat untuk Akhiri Perang

Iran Tolak Usulan AS, Ajukan Lima Syarat untuk Akhiri Perang

Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait penghentian perang dan menegaskan konflik hanya akan berakhir sesuai keputusan Teheran. Sikap tersebut disampaikan melalui laporan Press TV bertajuk “Iran rejects US proposal, lays out five conditions for ending imposed war: Source to Press TV” yang terbit pada 25 Maret 2026.

Dalam laporan itu, Iran disebut tetap membuka kemungkinan penghentian perang, namun dengan ketentuan yang ketat. Penolakan terhadap usulan AS dinilai mencerminkan pendekatan diplomasi yang berjalan beriringan dengan tekanan militer, di tengah ketidakpercayaan yang menguat akibat pengalaman negosiasi sebelumnya.

Masih menurut laporan yang sama, Iran merujuk pada dua putaran negosiasi pada 2025 yang disebut berakhir dengan serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel. Pengalaman tersebut menjadi latar yang memperkuat posisi Iran bahwa negosiasi tanpa jaminan dinilai berisiko dan tidak dapat dijadikan dasar penyelesaian.

Press TV juga melaporkan adanya lima syarat yang diajukan Iran sebagai prasyarat untuk mengakhiri perang. Pertama, penghentian total “agresi dan pembunuhan”. Kedua, adanya mekanisme konkret agar perang tidak terulang. Ketiga, tuntutan ganti rugi dan kompensasi perang. Keempat, penghentian perang di semua front, termasuk yang melibatkan kelompok perlawanan. Kelima, pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Rangkaian syarat tersebut menunjukkan bahwa Iran memandang penyelesaian konflik tidak dapat dilakukan secara parsial. Penekanan pada penghentian perang di seluruh front menandakan Iran melihat konflik sebagai pertarungan yang melibatkan banyak unsur, bukan semata perang bilateral.

Adapun poin Selat Hormuz menonjol karena menyangkut kawasan strategis yang kerap menjadi sorotan geopolitik. Dalam kerangka tuntutan Iran, isu tersebut ditempatkan sebagai bagian dari jaminan komitmen dalam penyelesaian perang.

Laporan itu juga menyebut syarat-syarat terbaru ini merupakan tambahan dari tuntutan sebelumnya dalam negosiasi di Jenewa, yang berlangsung hanya beberapa hari sebelum serangan 28 Februari. Dalam konteks tersebut, penolakan atas proposal AS dibaca sebagai upaya Iran mengendalikan tempo dan parameter penyelesaian konflik, sekaligus menegaskan bahwa operasi militer akan berlanjut selama syarat-syarat itu belum dipenuhi.

Dengan posisi tersebut, Iran menempatkan jalur diplomasi dan tekanan militer sebagai dua instrumen yang berjalan bersamaan. Teheran menyatakan perang akan berhenti “ketika Iran memutuskan”, menandakan bahwa keputusan akhir penghentian konflik—menurut versi Iran—bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat yang mereka ajukan.