BERITA TERKINI
Iran Tekankan Kepercayaan sebagai Syarat Negosiasi, Masih Ragukan Diplomasi AS

Iran Tekankan Kepercayaan sebagai Syarat Negosiasi, Masih Ragukan Diplomasi AS

Iran menegaskan bahwa kepercayaan menjadi syarat utama untuk membuka jalur negosiasi dalam upaya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat. Sikap tersebut disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berkomunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar diplomasi di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Iran menyatakan tetap terbuka pada jalur diplomatik dan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pakistan.

Namun, Teheran juga memberi sinyal bahwa mereka belum melupakan rangkaian peristiwa ketika serangan terjadi tidak lama setelah berlangsungnya negosiasi terkait pengembangan nuklir dengan Washington. Disebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran beberapa hari setelah adanya pembicaraan mengenai isu tersebut.

Di sisi lain, Pakistan meningkatkan peran sebagai mediator untuk menekan eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Islamabad dilaporkan aktif berkomunikasi dengan kedua pihak, termasuk menjalin kontak dengan negara-negara di Timur Tengah.

Pakistan juga dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri luar negeri yang melibatkan sejumlah negara, antara lain Arab Saudi, Turki, dan Mesir. Pertemuan itu disebut akan membahas langkah-langkah deeskalasi serta membuka peluang dialog yang lebih luas.

Selain itu, Pakistan disebut telah menyampaikan proposal damai dari Amerika Serikat kepada Iran. Meski demikian, Teheran masih mengkaji usulan tersebut, dengan beberapa pejabat menilai isinya tidak seimbang.

Proposal itu dilaporkan memuat sejumlah tuntutan besar, termasuk pembatasan program nuklir, pengendalian pengembangan rudal, hingga isu penyerahan pengelolaan jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik. Akan tetapi, pihak Iran membantah adanya negosiasi langsung dan hingga kini menunjukkan sikap enggan bernegosiasi dengan Washington.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi mulai mendapatkan momentum meski tantangan dinilai masih besar. Konflik yang berlangsung sejak awal tahun tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama melalui kenaikan harga energi dan gangguan jalur perdagangan.