BERITA TERKINI
Iran Tegaskan Putaran Lanjutan Dialog dengan AS Hanya Digelar di Islamabad

Iran Tegaskan Putaran Lanjutan Dialog dengan AS Hanya Digelar di Islamabad

Islamabad — Iran memastikan putaran lanjutan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) hanya akan digelar di Pakistan. Keputusan ini menegaskan posisi Islamabad sebagai lokasi tunggal pertemuan di tengah dinamika diplomasi kedua negara yang terus berkembang.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, mengatakan Teheran menaruh kepercayaan kepada Pakistan sebagai pihak yang netral dan kredibel untuk memfasilitasi dialog. “Pembicaraan mendatang akan berlangsung di Pakistan dan bukan di tempat lain,” ujarnya dalam forum di Institute of Regional Studies, Kamis (16/4).

Dalam kesempatan yang sama, Moghadam juga melontarkan kritik terhadap Washington dengan menyebut AS sebagai pihak yang tidak dapat diandalkan. Pernyataan itu mempertegas sikap keras Iran dalam proses negosiasi yang sedang berjalan.

Sebelumnya, pihak AS juga mengindikasikan bahwa Islamabad menjadi lokasi yang paling mungkin untuk melanjutkan dialog. Hal ini memperkuat peran Pakistan sebagai penghubung komunikasi antara dua negara yang memiliki sejarah panjang ketegangan.

Pembicaraan tingkat tinggi Iran-AS yang digelar akhir pekan lalu di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret. Meski demikian, kedua pihak disebut tetap berkomitmen melanjutkan dialog.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menyatakan proses negosiasi berlangsung dalam suasana serius dan konstruktif. Ia juga mengingatkan publik agar tidak berspekulasi berlebihan mengenai perkembangan pembicaraan.

Andrabi menambahkan, isu program nuklir Iran menjadi salah satu topik utama perundingan, mencerminkan sensitivitas dan kompleksitas agenda yang dihadapi kedua negara.

Di sisi lain, dinamika hubungan bilateral turut ditandai dengan kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, ke Iran untuk bertemu para pemimpin setempat.

Pakistan sebelumnya juga disebut memainkan peran dalam menengahi gencatan senjata selama 14 hari antara Washington dan Teheran pada 8 April. Kesepakatan itu menjadi perkembangan pertama sejak meningkatnya ketegangan menyusul serangan militer terhadap Iran pada akhir Februari.