Iran disebut merespons kemarahan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan pendekatan yang digambarkan sebagai “diplomasi humor”. Dalam narasi tersebut, gaya komunikasi yang lebih santai diposisikan sebagai cara baru untuk menghadapi tekanan dan retorika keras dari pihak Trump.
Pendekatan itu digambarkan sebagai strategi komunikasi yang mengandalkan humor dan penyampaian pesan secara lebih ringan. Narasi santai ini disebut menjadi “senjata” baru dalam merespons situasi yang memanas, terutama ketika muncul pernyataan atau sikap yang bernada marah.
Informasi dalam berita ini menekankan perubahan gaya respons Iran yang tidak semata-mata mengandalkan pernyataan formal atau konfrontatif, melainkan menggunakan cara yang lebih cair dalam komunikasi diplomatik.