Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul membahas perkembangan regional dan internasional dalam percakapan telepon pada Sabtu (11/4), menurut laporan media pemerintah Iran.
Dalam pembicaraan itu, Araghchi mengecam serangan Israel yang disebutnya terus berlanjut dan “brutal” terhadap Lebanon. Ia mendesak komunitas internasional mengambil tindakan segera untuk merespons eskalasi tersebut, serta menekankan perlunya intervensi internasional guna menghentikan agresi terhadap Lebanon.
Araghchi juga menyinggung kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia mengatakan Iran memasuki setiap proses diplomatik dengan Washington dengan “ketidakpercayaan total”, yang menurutnya dipicu oleh pelanggaran berulang AS terhadap komitmen diplomatik. Ia menegaskan Iran akan “dengan tegas membela hak dan kepentingan rakyat Iran” dalam negosiasi mendatang.
Terkait pembahasan dengan pihak Pakistan, laporan tersebut menyebut Iran telah mengangkat isu pelanggaran Amerika Serikat terhadap perjanjian dalam pertemuan antara kepala negosiator Teheran dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad.
Iran menekankan bahwa pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat bergantung pada kesediaan Washington menerima prasyarat yang diajukan Teheran sebelum diskusi formal dimulai. Posisi ini, menurut laporan itu, menekankan bahwa komitmen sebelumnya harus ditangani terlebih dahulu sebelum bergerak menuju perjanjian gencatan senjata.
Prasyarat yang disebut tidak dapat dinegosiasikan itu antara lain mencakup gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan. Laporan tersebut juga menyebut Amerika Serikat diduga telah memberi tahu Pakistan bahwa mereka menyetujui tuntutan itu, meski sejumlah syarat dan isu lain belum dibahas.