BERITA TERKINI
Iran Peringatkan AS soal Peran Netanyahu di Tengah Gencatan Senjata

Iran Peringatkan AS soal Peran Netanyahu di Tengah Gencatan Senjata

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membiarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “membunuh diplomasi”. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (9/4), di tengah gencatan senjata yang mulai berlaku setelah 40 hari pertempuran.

Dalam unggahan di media sosial X, Araghchi menyinggung kelanjutan sidang pidana Netanyahu yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/4). Ia menyatakan bahwa gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraan Netanyahu.

Araghchi menambahkan bahwa jika AS membiarkan Netanyahu menggagalkan diplomasi, maka hal itu pada akhirnya menjadi pilihan Washington. “Kami merasa pilihan tersebut bodoh, tetapi kami siap menghadapinya,” tulisnya.

Di saat yang sama, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf juga menulis di X bahwa “waktu hampir habis”. Ia menekankan bahwa Lebanon dan “poros-poros perlawanan” merupakan bagian yang “tidak terpisahkan” dari gencatan senjata.

Masih pada Kamis (9/4), Araghchi membahas perkembangan gencatan senjata melalui panggilan telepon terpisah dengan menteri luar negeri Rusia, Prancis, Spanyol, dan Jerman, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Araghchi menyatakan Iran mengambil pendekatan yang bertanggung jawab. Ia juga mengatakan jalur aman melalui Selat Hormuz, yang dijanjikan selama dua pekan dalam masa gencatan senjata, akan diberikan jika AS mematuhi komitmennya.

Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, Araghchi menyampaikan penyesalan atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan serangan terhadap Lebanon, serta mendesak adanya aksi internasional. Barrot menyambut baik gencatan senjata dan menekankan perlunya menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut serangan terhadap Iran sebagai “ilegal” dan mendorong semua pihak tetap berkomitmen pada jalur diplomatik.

Gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran mulai berlaku pada Rabu (8/4), dengan pembicaraan damai dijadwalkan dimulai akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan. Pihak Iran dilaporkan akan dipimpin oleh Qalibaf.

Israel menyatakan gencatan senjata tersebut tidak mencakup konflik di Lebanon. Posisi itu dibantah oleh Iran dan mediator Pakistan. Beberapa jam setelah gencatan senjata berlaku, Israel melancarkan serangan terbesarnya dalam sehari terhadap Lebanon, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya.