Teheran disebut belum menunjukkan rencana untuk melanjutkan putaran negosiasi berikutnya dengan Amerika Serikat, di tengah belum tercapainya kesepakatan antara kedua pihak. Informasi ini disampaikan dengan mengutip laporan CNN Internasional.
Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, melaporkan bahwa sumber yang dekat dengan tim perunding menyatakan Iran tidak berada dalam posisi terburu-buru.
“Iran tidak terburu-buru, dan selama AS belum menyetujui kesepakatan yang masuk akal, tidak akan ada perubahan terhadap status Selat Hormuz,” tulis Fars mengutip sumber tersebut.
Perundingan panjang yang berlangsung di Islamabad dilaporkan gagal menghasilkan titik temu untuk mengakhiri konflik yang berlangsung.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menilai hasil tersebut sebagai kabar buruk bagi Iran. Sementara itu, mantan Wakil Presiden Iran Ataollah Mohajerani menyatakan kondisi tersebut justru lebih merugikan Amerika Serikat.