Iran menyatakan akan meningkatkan kerja sama dengan Turki dan Arab Saudi dalam pembahasan di Teheran, dengan penekanan pada isu keamanan regional, perkembangan di Palestina, serta situasi di Gaza dan Lebanon. Dalam rangkaian pertemuan itu, Iran juga menyoroti pentingnya pengangkatan sanksi terhadap negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Minggu (30/11), mengatakan pembukaan konsulat Iran di Van, Turki bagian timur, akan dilakukan dalam waktu dekat. Araghchi menyebut terdapat kesepakatan luas antara Teheran dan Ankara mengenai isu-isu regional, khususnya terkait Palestina serta pelanggaran gencatan senjata yang disebut dilakukan Israel di Gaza dan Lebanon.
Araghchi menegaskan kerja sama kedua negara akan terus berlanjut. Ia menyampaikan pembicaraan dengan Fidan berfokus pada hubungan bilateral dan perkembangan regional, dengan penekanan pada perjuangan untuk Palestina serta kebutuhan bekerja sama untuk menghentikan kejahatan yang disebut terjadi terhadap rakyat Palestina.
Dalam pernyataannya, Araghchi mengatakan Israel memiliki rencana yang lebih luas untuk mengguncang stabilitas kawasan. Ia menambahkan bahwa serangan berkelanjutan ke Suriah dan Lebanon, menurutnya, menunjukkan ancaman terbesar terhadap keamanan regional berasal dari entitas pendudukan.
Araghchi juga menggambarkan Iran dan Turki sebagai negara sahabat, serta menyebut perbatasan kedua negara sebagai “perbatasan perdamaian dan persahabatan.” Ia menilai stabilitas di Suriah terkait langsung dengan keamanan kawasan dan menekankan perlunya negara-negara regional mencegah ambisi ekspansionis yang disebut dijalankan Israel.
Di akhir pernyataannya, Araghchi menegaskan komitmen Iran dan Turki untuk memerangi terorisme yang ia sebut sebagai fenomena berbahaya yang mengancam seluruh kawasan.
Sementara itu, Hakan Fidan menyerukan agar kerja sama Ankara dan Teheran terus dilanjutkan dan diperkuat, terutama dalam manajemen migrasi. Ia mengatakan kunjungan Presiden Turki ke Teheran yang akan datang diharapkan membantu menyelesaikan sejumlah persoalan yang masih terbuka antara kedua pihak.
Fidan juga menyatakan dukungan Ankara terhadap program nuklir damai Iran dan menyerukan pengangkatan semua “sanksi tidak adil” yang dijatuhkan kepada Republik Islam Iran.
Menurut keterangan, Fidan tiba di Teheran pada Minggu dan bertemu Araghchi di kantor Kementerian Luar Negeri Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei sebelumnya menyatakan Fidan akan bertemu pejabat tinggi Iran untuk konsultasi mengenai hubungan bilateral serta perkembangan terbaru di tingkat regional dan internasional.
Dalam agenda diplomatik paralel pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk Urusan Politik dan Ekonomi Saud bin Mohammed al-Sati juga mengunjungi Teheran dan bertemu Araghchi. Berdasarkan keterangan dari sumber diplomatik Iran, kedua pihak membahas berbagai topik yang menjadi kepentingan bersama serta bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru di tingkat regional dan internasional.
Kunjungan tersebut disebut sebagai bagian dari konsultasi diplomatik yang berlangsung antara Teheran dan Riyadh untuk memperkuat hubungan bilateral dan membahas isu-isu utama di kawasan, termasuk situasi di Palestina, Lebanon, dan Suriah.

