BERITA TERKINI
Iran Ajukan Proposal 14 Poin, Garda Revolusi Sebut Trump di Persimpangan Diplomasi atau Konfrontasi

Iran Ajukan Proposal 14 Poin, Garda Revolusi Sebut Trump di Persimpangan Diplomasi atau Konfrontasi

Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran menyampaikan proposal baru yang menempatkan Presiden AS Donald Trump pada pilihan yang dinilai krusial. Garda Revolusi Iran menyatakan Trump dihadapkan pada dua opsi: menerima proposal Iran atau menghadapi kemungkinan operasi militer yang mereka sebut sebagai langkah yang “mustahil” dilakukan.

Situasi ini muncul setelah proses negosiasi kedua negara disebut menemui jalan buntu. Sejak gencatan senjata berlaku pada 8 April 2026, hanya satu putaran pembicaraan perdamaian langsung yang dilaporkan berhasil digelar.

Dalam perkembangan terbaru, Iran disebut telah mengirimkan proposal berisi 14 poin kepada mediator dari Pakistan. Trump menanggapi dengan sikap ragu. Melalui platform media sosialnya, ia menyatakan akan meninjau rencana yang dikirimkan Iran, namun mengungkapkan ketidakpercayaannya bahwa proposal tersebut dapat diterima. Trump juga menilai Iran belum memberikan kompensasi yang memadai atas kerugian yang, menurutnya, telah ditimbulkan kepada dunia selama 47 tahun terakhir.

Situs berita AS Axios, mengutip dua sumber yang mengetahui isi proposal, melaporkan beberapa butir utama yang disebut diajukan Iran. Di antaranya kerangka waktu satu bulan untuk negosiasi yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade angkatan laut yang diterapkan Amerika Serikat, serta mendorong perdamaian permanen di Iran dan Lebanon.

Menanggapi dinamika tersebut, Garda Revolusi Iran mengeluarkan pernyataan bernada menantang. Mereka menyebut Trump harus memilih antara “operasi yang mustahil” atau “kesepakatan buruk” dengan Republik Islam Iran. Mereka juga menekankan bahwa waktu semakin menipis dan ruang gerak Amerika Serikat dalam mengambil keputusan dinilai kian terbatas.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan kepada para diplomat di Teheran bahwa “bola kini berada di tangan Amerika Serikat” untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif. Ia menegaskan Iran siap menghadapi kedua skenario tersebut.

Proposal 14 poin itu menjadi momen penting dalam upaya mencari jalan keluar dari krisis diplomatik yang telah berlangsung lama. Di satu sisi, tawaran tersebut membuka kemungkinan dimulainya kembali perundingan yang diperkirakan akan rumit. Di sisi lain, retorika yang menyertai proposal memperlihatkan tekanan Iran agar Washington segera mengambil sikap.

Keputusan yang diambil Trump dinilai berisiko membawa dampak luas. Penerimaan proposal dapat mengarah pada negosiasi panjang dengan hasil yang belum pasti, sementara pilihan konfrontasi militer berpotensi memicu eskalasi yang konsekuensinya dapat meluas secara regional maupun global.