JAKARTA — Generasi muda, khususnya Gen Z, dinilai perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja di sektor energi. Tantangan sektor energi ke depan disebut menuntut talenta muda yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga siap secara mental, memiliki keterampilan, serta memahami industri sejak masih di bangku kuliah.
Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong mengatakan IPA menjadi wadah bagi para pelaku industri sektor energi untuk saling bertukar informasi sekaligus menjembatani pemerintah dan pelaku industri. Pernyataan itu disampaikan dalam Talkshow Energy Connect 5.0, sebagaimana dikutip dari keterangannya di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Menurut keterangan tersebut, kegiatan itu tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga diposisikan sebagai langkah untuk menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja sektor energi yang dinilai semakin kompleks dan strategis.
Chairperson IPA Convex 2026 Hariadi Budiman menekankan karakter industri energi yang spesifik dan tidak bisa dipelajari semata-mata dari ruang kelas. Ia menyoroti bahwa pengolahan sumber daya energi perlu dilakukan dengan nilai komersial yang baik serta menyesuaikan rancangan fasilitas dengan kebutuhan tertentu.
“Di mana ada sumber daya energi, di situ lah harus diolah dengan nilai komersial yang baik. Setiap kilang dirancang untuk muatan dan kapasitas oil dan gas tertentu dengan spesifikasi khusus,” kata Hariadi.

