Intelijen Amerika Serikat (AS) melaporkan China disebut siap mengirimkan sistem pertahanan udara baru ke Iran. Klaim tersebut disampaikan oleh dua sumber AS yang tidak disebutkan namanya.
Menurut laporan itu, Beijing diduga menggunakan negara ketiga sebagai jalur penyaluran senjata. Cara tersebut disebut bertujuan menyamarkan asal pasokan di tengah konflik Iran dengan AS dan Israel.
Hingga kini, China belum memberikan komentar terkait klaim yang disampaikan intelijen AS tersebut.
Selain soal dugaan pengiriman sistem pertahanan udara, intelijen AS juga menyebut Iran masih memiliki ribuan rudal balistik yang dapat diluncurkan. Informasi ini disampaikan melalui seorang pejabat AS yang dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Pejabat itu menyatakan AS sempat menghancurkan sekitar setengah dari peluncur rudal Iran sehingga mengalami kerusakan. Namun, menurut intelijen AS, peluncur tersebut masih dapat diperbaiki dan disebut berada di bawah tanah.
Laporan yang sama menyebut Iran masih memiliki ribuan rudal balistik jarak menengah dan jarak pendek. Sejumlah pejabat AS juga dilaporkan khawatir Iran akan membangun kembali persediaan rudalnya di tengah gencatan senjata.