Intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa China dikabarkan bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara baru ke Iran. Informasi tersebut muncul di tengah perang yang telah berlangsung selama enam minggu di Timur Tengah.
Menurut intelijen AS, pengiriman sistem pertahanan udara itu berpotensi mengubah dinamika konflik yang sedang berlangsung. Namun, rincian lebih lanjut mengenai jenis sistem, jadwal pengiriman, maupun bentuk keterlibatan pihak-pihak terkait belum dijelaskan dalam informasi yang beredar.
Hingga kini, belum ada penjelasan tambahan mengenai bagaimana pengiriman tersebut dapat memengaruhi jalannya perang, maupun tanggapan resmi dari pihak China dan Iran terkait kabar tersebut.