Pemerintah Inggris menegaskan akan menempuh jalur diplomasi dan tidak bergabung dalam rencana blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran.
Langkah London ini disebut sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan global sekaligus mencegah eskalasi konflik yang berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia. Pemerintah Inggris menilai jalur pelayaran strategis tersebut harus tetap terbuka demi kepentingan ekonomi internasional dan untuk menekan dampak terhadap biaya hidup di dalam negeri.
Seorang juru bicara pemerintah Inggris menyatakan pihaknya tetap berkomitmen pada prinsip kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. “Selat Hormuz harus tetap terbuka dan tidak boleh dikenakan pungutan,” kata pejabat tersebut, seperti dikutip media lokal.
Alih-alih mendukung operasi blokade, Inggris saat ini bekerja sama secara intensif dengan Prancis dan sejumlah mitra internasional untuk membangun koalisi yang berfokus pada pengamanan jalur pelayaran serta memastikan arus perdagangan tetap lancar.
Sikap tersebut berbeda dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut Inggris akan mengirim kapal penyapu ranjau untuk mendukung operasi di kawasan itu.