Peluncuran Indonesian Culinary Week di San Francisco, Amerika Serikat, dinilai menjadi momentum strategis untuk mempromosikan kuliner Nusantara sebagai instrumen gastrodiplomasi sekaligus memperkuat eksistensi pelaku usaha kuliner Indonesia di pasar AS.
Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Wardana, mengatakan bahwa kuliner dapat menjadi sarana untuk menyampaikan cerita, identitas, dan nilai-nilai Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan pada acara peluncuran Indonesian Culinary Week di Wisma Indonesia, Sabtu (18/4).
Dalam siaran pers KJRI San Francisco, Yohpy menegaskan kuliner merupakan medium efektif untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa. Ia juga menyinggung pengakuan global terhadap makanan Indonesia, termasuk rendang yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh CNN pada 2011 dan 2017.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 200 tamu yang berasal dari kalangan korps diplomatik, pejabat pemerintah setempat, pelaku usaha, akademisi, serta food influencers di kawasan Bay Area. Kegiatan ini juga menghadirkan juri MasterChef Indonesia, Chef Norman Ismail.
Sejumlah menu unggulan turut dipamerkan, antara lain Iga Kalua khas Makassar dan Ayam Galendo khas Ciamis. Menurut pernyataan KJRI, hidangan yang ditampilkan memadukan teknik modern dengan kekayaan rasa tradisional Indonesia.
Selain sesi kuliner, penyelenggara menggelar diskusi panel yang membahas kekayaan kuliner Indonesia, termasuk keunikan rempah-rempah Nusantara serta potensi kuliner Indonesia di pasar global. Para tamu juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan pelaku usaha untuk memahami cerita dan proses di balik setiap sajian, termasuk kopi dan cokelat asal Indonesia yang disebut semakin dikenal di pasar global.
Indonesian Culinary Week melibatkan lima pelaku usaha kuliner Indonesia di Bay Area, yakni Lime Tree, Fikscue, Dapoer Ngebul, Raphio Chocolate, dan Beaneka Indonesian Coffee. Kelimanya menyajikan beragam hidangan, mulai dari makanan gurih hingga kopi premium serta cokelat artisan berbasis single origin dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota San Francisco Daniel Lurie menyerahkan Piagam Penghargaan kepada kelima pelaku usaha kuliner yang berpartisipasi.
Melalui penyelenggaraan Indonesian Culinary Week, KJRI San Francisco berharap apresiasi masyarakat internasional terhadap kuliner Nusantara dapat meningkat, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia di pasar Amerika Serikat.