BERITA TERKINI
Indonesia Perluas Diplomasi Kuliner Lewat Peluncuran Buku Menu MBG di Korea Selatan

Indonesia Perluas Diplomasi Kuliner Lewat Peluncuran Buku Menu MBG di Korea Selatan

Pemerintah Indonesia memperluas diplomasi kuliner melalui peluncuran dua buku menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Korea Selatan. Dua buku tersebut berjudul Blue Food for MBG dan Taste of Indonesia, yang memuat kumpulan menu berbasis pangan laut serta ragam kuliner Nusantara.

Penyerahan buku dilakukan Asisten Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul. Penyerahan berlangsung saat Dirgayuza mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul pada Rabu (1/4).

Dirgayuza menyampaikan, kehadiran kedua buku di KBRI Seoul diharapkan menjadi sarana pertukaran budaya kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurutnya, kedua negara sama-sama menjalankan program makan bergizi secara universal.

“Kehadiran kedua buku ini di KBRI Seoul akan memperkuat diplomasi kuliner dan kultur antara kedua bangsa yang sama-sama menerapkan MBG secara universal, untuk saling mengenal dan melakukan culinary exchange,” kata Dirgayuza dalam keterangan resminya, Rabu (1/4).

Ia menilai program makan bergizi di Korea Selatan telah berjalan lama dan didukung anggaran besar. Dirgayuza menyebut pemerintah Korea Selatan mengalokasikan sekitar Rp80 triliun setiap tahun untuk program makan bergizi di sekolah.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat. Ia mencontohkan, chef sekolah yang menyiapkan program makan bergizi kerap tampil dalam berbagai program televisi besar di Korea Selatan maupun internasional, termasuk Culinary Class Wars.

Sementara itu, Indonesia mulai menjalankan program MBG pada masa pemerintahan Presiden Prabowo dengan sasaran utama peserta didik, serta ibu hamil dan menyusui.

Dirgayuza juga menyoroti daya tarik buku Blue Food for MBG bagi masyarakat Korea Selatan. Ia menyebut buku tersebut berisi kumpulan menu ikan terbaik dalam MBG Indonesia dan dinilai relevan bagi Korea Selatan yang juga merupakan bangsa maritim, dengan kebutuhan protein yang banyak dipenuhi dari ikan.

Secara terpisah, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, mengatakan buku Blue Food for MBG disusun sebagai media komunikasi visual untuk memperkenalkan kekayaan kuliner berbasis hasil laut Indonesia.

“Melalui buku ini, kami ingin mendorong perubahan persepsi publik terhadap ikan sebagai bahan pangan yang tidak kalah menarik dibandingkan daging atau ayam, sekaligus menyoroti kandungan gizi dan protein ikan yang dinilai lebih unggul untuk mendukung kecerdasan siswa sekolah,” ujar Doni.

Buku Blue Food for MBG memuat lima komoditas pangan biru utama, yakni cakalang, udang, patin, nila, dan ikan kembung. Setiap komoditas disajikan lengkap dengan resep yang mengacu pada prinsip murah, mudah, dan lezat.

Selain resep, buku tersebut memuat tabel kandungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok usia, mulai dari siswa taman kanak-kanak hingga ibu hamil. Dalam buku setebal 209 halaman itu juga ditampilkan peta persebaran wilayah penghasil ikan di Indonesia.

Publikasi tersebut turut memuat narasi mengenai program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari agenda Ekonomi Biru Kementerian Kelautan dan Perikanan.