Pemerintah Indonesia menjajaki tambahan pasokan minyak dari Brunei Darussalam sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis energi global. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber pasokan minyak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan peluang kerja sama tersebut cukup besar mengingat Brunei merupakan salah satu produsen minyak di Asia Tenggara, dengan kapasitas produksi sekitar 100.000–110.000 barel per hari.
“Penjajakan impor minyak bumi dari Brunei menjadi salah satu opsi strategis yang kita dorong, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap aman,” kata Bahlil pada Senin (16/3/2026).
Indonesia disebut telah lama mengimpor minyak mentah dari Brunei. Namun, penjajakan terbaru dilakukan untuk memperluas sumber pasokan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu wilayah pemasok di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Selain membahas pasokan minyak, pertemuan bilateral kedua negara juga menyinggung peluang kerja sama di bidang transformasi energi. Menurut Bahlil, Brunei tertarik mempelajari pengalaman Indonesia dalam diversifikasi pembangkit listrik dari berbagai sumber energi.
“Ini adalah momentum emas bagi kolaborasi kawasan. Brunei melihat Indonesia telah melangkah lebih maju dan terstruktur dalam mengembangkan pembangkit energi dari berbagai macam sumber,” ujar Bahlil.
Saat ini, sistem kelistrikan Brunei masih bergantung pada gas bumi sekitar 99 persen dari total sumber energi. Brunei disebut berencana meningkatkan kapasitas pembangkit listrik hingga lima kali lipat menjadi sekitar 4 gigawatt dari kapasitas terpasang 1 gigawatt.
Menanggapi rencana tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi teknis di sektor energi, termasuk pertukaran pengetahuan terkait teknologi peningkatan produksi migas. “Kami siap melakukan kerja sama untuk sharing pengalaman dan pengetahuan untuk berbicara teknis, nanti akan saya siapkan dengan senang hati untuk berbagi dan belajar,” kata Bahlil.
Penjajakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah Indonesia untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat kerja sama regional di sektor energi di tengah dinamika global.

