Wakil Menteri Luar Negeri RI Armanatha Nasir menyampaikan target yang ingin dicapai Indonesia selama memegang keketuaan Developing Eight (D-8), yakni memperkuat peran negara-negara Muslim dalam sektor ekonomi global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
“Untuk D8 tahun ini tentunya kita ingin memperkuat peran negara-negara Muslim di sektor ekonomi untuk bisa me-weather situasi global, situasi ekonomi global yang juga sedang tidak stabil,” kata Armanatha di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Armanatha juga memaparkan perkembangan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8. Ia mengatakan persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Sekretaris Negara.
KTT D-8 direncanakan berlangsung di Jakarta pada 15 April 2026. Kementerian Luar Negeri, menurut Armanatha yang akrab disapa Tata, mengupayakan agar para kepala negara anggota dapat hadir langsung.
Ia menyebut sejumlah pemimpin negara telah memberikan sinyal positif untuk menghadiri pertemuan tersebut, meski belum dapat memastikan nama-namanya. Menurutnya, konfirmasi formal biasanya disampaikan setelah undangan tertulis diterima.
“Biasanya mereka baru bisa menyampaikan yang formal apabila undangan tertulisnya sudah diterima,” ujarnya. Ia menambahkan undangan baru dikirim awal bulan sebelumnya sehingga para pemimpin masih memprosesnya, meski secara informal sudah ada indikasi positif dari beberapa kepala negara.
D-8 merupakan forum kerja sama yang beranggotakan Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

