BERITA TERKINI
Indonesia dan Prefektur Shizuoka Jepang Teken MoU Konservasi Komodo Lewat Program Breeding Loan

Indonesia dan Prefektur Shizuoka Jepang Teken MoU Konservasi Komodo Lewat Program Breeding Loan

JAKARTA — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang perlindungan dan konservasi satwa liar. Kerja sama ini berfokus pada program breeding loan komodo (Varanus komodoensis).

MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Gubernur Prefektur Shizuoka Yasutomo Suzuki. Kesepakatan ini disebut sebagai upaya memperkuat kolaborasi bilateral di bidang konservasi keanekaragaman hayati.

Dalam kesepakatan itu, kedua pihak menegaskan komitmen terhadap prinsip kesejahteraan satwa dan kepatuhan pada standar internasional, termasuk ketentuan CITES. MoU juga ditujukan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Jepang, sekaligus meningkatkan kontribusi kedua pihak dalam perlindungan satwa liar serta mendorong kesadaran publik mengenai pentingnya keanekaragaman hayati.

Menteri Kehutanan menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari Diplomasi Hijau atau Green Diplomacy, yang disebut sebagai komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga warisan biodiversitas dunia. Ia menekankan program ini tidak sekadar pertukaran satwa, melainkan bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati secara global.

Program breeding loan juga dinilai memiliki nilai strategis untuk meningkatkan edukasi publik dan kesadaran global terkait konservasi satwa. Implementasi kerja sama akan ditindaklanjuti melalui perjanjian teknis antara lembaga konservasi iZoo di Jepang dan Kebun Binatang Surabaya, termasuk pengaturan pemeliharaan, transportasi, serta pengawasan satwa.

Pemerintah menyatakan pelaksanaan program akan dilakukan secara hati-hati dan transparan, serta mengikuti peraturan nasional dan standar internasional.

Kesepakatan ini juga disebut menjadi bagian dari penguatan hubungan Indonesia–Jepang dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, yang mencakup pertemuan dengan Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Melalui kemitraan tersebut, Indonesia menegaskan peran aktifnya dalam kepemimpinan global di bidang konservasi, sekaligus memperkuat diplomasi lingkungan demi keberlanjutan alam.