Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menerima kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos Thongsavan Phomvihane di Jakarta, Senin, untuk membahas penguatan kemitraan bilateral menjelang 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menekankan bahwa momentum menuju 2027 perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga hubungan antarmasyarakat.
Kedua pihak juga menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) sebagai platform utama guna mendorong implementasi kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Laos.
Di bidang politik dan keamanan, kedua negara membahas maraknya kejahatan lintas negara, termasuk penipuan daring dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang turut melibatkan warga negara Indonesia. Sugiono menekankan perlunya implementasi yang efektif terhadap kerangka kerja sama yang sudah ada untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan.
Pembahasan juga mencakup upaya peningkatan perdagangan, investasi, konektivitas, dan pariwisata yang dinilai dapat menjadi motor penggerak perekonomian. Indonesia mendorong penguatan kerja sama strategis di sektor potash sebagai bahan baku pupuk, yang berpotensi menjadi salah satu proyek unggulan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan kawasan.
Indonesia, dalam kesempatan yang sama, menyatakan dukungan terhadap upaya Laos dalam memperkuat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Selain itu, kedua menteri sepakat memperkuat kerja sama antarmasyarakat melalui pendidikan serta pertukaran pemuda dan budaya. Mereka menilai kesamaan nilai dan warisan budaya dapat menjadi modal penting untuk semakin mempererat hubungan kedua negara.
Dalam konteks isu kawasan dan global, Sugiono dan Phomvihane menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik. Keduanya juga menekankan perlunya memperkuat kerja sama antarnegara ASEAN serta mengedepankan dialog, saling menghormati, dan kepercayaan demi menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Kunjungan Phomvihane ke Jakarta menjadi kunjungan pertamanya ke negara di Asia Tenggara sejak pembentukan pemerintahan baru Laos pada Maret lalu. Pertemuan bilateral ini mencerminkan upaya Indonesia memperkuat kerja sama dengan negara-negara tetangga sekaligus menegaskan perannya sebagai mitra strategis Laos di kawasan.