Pertemuan antara Staf Khusus Menteri Agama RI dan Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, bersama Daniel Dobrev, digelar di Jakarta pada Senin (30/3/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah gagasan kerja sama yang dinilai berorientasi ke depan, terutama pada bidang pendidikan dan diplomasi.
Dalam diskusi itu, kedua pihak menjajaki peluang kolaborasi mulai dari transfer teknologi, pertukaran inovasi, hingga pengembangan program pendidikan. Salah satu fokus yang dibahas adalah mendorong generasi muda Indonesia memperoleh pengalaman internasional melalui program pembelajaran dan kepemimpinan di Bulgaria.
Inisiatif yang dibicarakan tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan calon pemimpin yang memiliki daya saing global, tetap berakar pada nilai budaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Selain itu, Indonesia dan Bulgaria juga mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dalam pengembangan madrasah dan pesantren bertaraf internasional. Upaya ini diharapkan dapat menjembatani pendidikan Islam dengan standar global melalui kemitraan dengan pihak Bulgaria.
Staf Khusus Menteri Agama, Gugun, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan berbasis keagamaan yang memiliki jangkauan internasional.
Rencana kunjungan Mufti Agung Bulgaria pada Oktober 2026 juga menjadi agenda yang disebut akan menandai penguatan hubungan bilateral. Gugun menilai momentum itu penting untuk memperdalam diplomasi keagamaan, dialog antarbudaya, serta memperkuat hubungan antarbangsa.
Gugun menambahkan, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, peran Kementerian Agama dinilai semakin strategis. Menurutnya, komitmen membina umat sekaligus menyiapkan tokoh-tokoh visioner di bidang agama, diplomasi, dan kerja sama internasional menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan ke depan.
Ia menyatakan kemitraan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membangun program kolaboratif, tetapi juga untuk menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi pemimpin global yang berpijak pada nilai keimanan, pengetahuan, dan semangat kerja sama lintas negara.

