BERITA TERKINI
Indonesia dan Belanda Perkuat Kerja Sama Maritim lewat 5th Bilateral Maritime Forum

Indonesia dan Belanda Perkuat Kerja Sama Maritim lewat 5th Bilateral Maritime Forum

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memperkuat kerja sama maritim dengan Belanda melalui penyelenggaraan 5th Bilateral Maritime Forum (BMF) RI-Belanda di Jakarta, Senin.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Jodi Mahardi mengatakan forum tersebut membahas tiga isu utama, yakni Pembangunan Pelabuhan Berkelanjutan dan Energi Maritim Terbarukan (Sustainable Port Development and Renewable Maritime Energy), Pembangunan Kapal Berkelanjutan (Sustainable Shipbuilding), serta Edukasi Maritim (Maritime Education).

Menurut Jodi, forum itu ditujukan untuk memastikan dialog yang berlangsung dapat memperkuat manfaat bersama bagi kedua negara melalui pembahasan tiga sektor prioritas tersebut.

Dalam isu pembangunan pelabuhan berkelanjutan dan energi maritim terbarukan, Jodi menyampaikan Indonesia tertarik memajukan infrastruktur dan teknologi sumber energi terbarukan, seperti tenaga pasang surut dan angin, serta energi hidrogen. Ia menegaskan pengembangan pelabuhan diarahkan pada transportasi kelas dunia, penguatan ekosistem logistik, dan peningkatan rantai pasokan, sambil tetap menjaga lingkungan sehingga pembangunan infrastruktur dan teknologi dapat berjalan beriringan.

Di sektor pembuatan kapal, Jodi menilai potensi dampak kerja sama dengan Belanda cukup besar, terutama dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja terampil Indonesia di tengah perkembangan teknologi. Ia menyebut kolaborasi dapat meningkatkan kemampuan industri kapal nasional, sekaligus membuka peluang investasi yang bermanfaat bagi kedua negara.

Jodi juga menyampaikan bahwa peningkatan pembangunan kapal dapat mendorong pertumbuhan di wilayah Indonesia yang saat ini dinilai masih kurang terlayani infrastruktur maritim. Ia mencontohkan kolaborasi yang telah menghasilkan kapal Mini LNG, draggers, dan kapal perang Angkatan Laut, serta menyatakan Indonesia mendorong peningkatan lebih lanjut dengan dukungan pendanaan yang tepat.

Selain itu, Jodi menekankan pentingnya pendidikan maritim sejalan dengan kemajuan teknologi dan target energi berkelanjutan. Ia menyebut sejumlah upaya yang telah dilakukan Indonesia antara lain melalui program kolaboratif, pertukaran pelajar, beasiswa, dan magang.

Di luar tiga isu utama, forum tersebut juga diisi penandatanganan kemitraan pengelolaan perikanan antara Ekofish Belanda dengan PT Cilacap Samudera Fishing Industry dan PT Inti Mas Surya. Jodi mengatakan Ekofish dan Sekretariat BMF Belanda siap berkolaborasi dengan Indonesia dalam tata kelola perikanan berkelanjutan, termasuk melalui upaya yang sebelumnya dilakukan seperti kunjungan ke Pelabuhan Perikanan Karangantu dan Nizam Zachman.

Jodi menyatakan pertemuan itu diharapkan menghasilkan tindak lanjut yang terukur. Menurutnya, penerapan visi bersama memerlukan indikator dan jadwal yang jelas untuk memastikan peningkatan kualitas perdagangan, teknologi, dan sumber daya manusia.

Ia juga menilai kolaborasi Indonesia-Belanda memiliki potensi besar dan manfaat nyata, serta mendorong peningkatan kerja sama bilateral di bidang maritim yang tidak terbatas pada transportasi dan industri maritim, tetapi juga mencakup perikanan dan budidaya perairan, pengolahan makanan, serta pengelolaan pelabuhan. Jodi turut mengundang investasi Belanda dalam berbagai proyek investasi konkret di sektor maritim agar kedua negara dapat memperoleh manfaat ekonomi yang saling menguntungkan.