JAKARTA — Ikatan Alumni Pelajar Indonesia Se-Malaysia (IKAPIM) menggelar acara Alumni Run Putrajaya-Jakarta 2026 di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu pagi, 10 Mei. Ajang yang pertama kali diadakan ini diikuti tidak kurang dari 300 pelari, yang seluruhnya merupakan mantan pelajar dan mahasiswa Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Malaysia.
Alumni Run Putrajaya-Jakarta 2026 disebut sebagai inisiatif olahraga sekaligus people to people diplomacy atau diplomasi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan alumni Indonesia-Malaysia serta memperkuat jejaring pendidikan tinggi di kedua negara.
Penyelenggaraan acara juga dikaitkan dengan peringatan 69 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia. Karena itu, kegiatan serupa digelar di Putrajaya secara serentak dengan acara di Jakarta. Selain alumni perguruan tinggi di Malaysia, kegiatan ini juga melibatkan komunitas akademik dan masyarakat umum.
Koordinator Presidium IKAPIM, Abdis Salam, mengatakan ajang ini merupakan bagian dari Twin City Program Putrajaya-Jakarta. “Ajang ini bagian dari Twin City Program Putrajaya Jakarta. Ini kolaborasi dengan Kemendik Design Tech, juga dengan Kedubes Malaysia dan Education Malaysia Global Services. Harapannya ini bisa menjadi event tahunan untuk mengeratkan alumni-alumni pelajar Indonesia yang kuliah ke Malaysia,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi, menyebutkan bahwa saat ini terdapat setidaknya 2.000 mahasiswa Malaysia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, mereka tersebar di perguruan tinggi negeri dari Sumatera hingga Jawa.
“Sebenarnya selama ini kita sudah bekerjasama dengan baik, dan punya hubungan erat sebagai bangsa serumpun. Lewat acara ini, kita ingin hubungan yang semakin erat. Bukan hanya lewat seminar-seminar saja, namun juga olahraga,” kata Sarkawi.
Ia juga menilai program semacam ini relevan mengingat hubungan Indonesia-Malaysia yang sudah hampir 70 tahun. “Hubungan Indonesia-Malaysia sudah hampir 70 tahun. Tentu sangat beralasan dan siginifikan kita harus laksanakan program ini. Ya karena untuk menunjukkan bahwa hubungan kedua negara berlangsung sangat baik. Tahun-tahun mendatang, saya harapkan ada lebih banyak kegiatan semacam ini di Indonesia maupun Malaysia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Alumni Run Putrajaya-Jakarta 2026, Elwin Setia Avietta, menyampaikan pandangannya mengenai keuntungan menempuh pendidikan di Malaysia. Menurutnya, salah satu keunggulan adalah durasi kuliah yang hanya tiga tahun.
“Pertama karena durasi kuliahnya hanya tiga tahun. Setelah itu ada penyaluran dari perguruan tinggi tempat kita belajar. Entah itu ke industri atau lembaga lain. Kita sekarang punya kerjasama dengan kedutaan, juga beberapa konsultan pendidikan. Selain itu, alumni yang sudah lebih dahulu bekerja seringkali memberikan jalan untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Elwin.