Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi pertama perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. IHSG turun 21 poin atau 0,25% ke level 8.289, di tengah mayoritas bursa Asia yang melanjutkan penguatan mengikuti tren positif Wall Street.
Sentimen global masih ditopang oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dinilai solid. Namun, pergerakan pasar domestik menunjukkan dinamika tersendiri seiring investor bersikap lebih hati-hati.
Pelemahan IHSG dikaitkan dengan kehati-hatian pelaku pasar dalam mencermati notulen rapat terbaru Federal Reserve. Risalah tersebut mengungkap adanya perbedaan pandangan di antara pejabat bank sentral AS terkait arah kebijakan suku bunga berikutnya. Ketidakpastian ini mendorong sebagian investor memilih melakukan aksi ambil untung, meski kondisi eksternal relatif kondusif.
Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan bertemu para pemimpin bisnis AS di Washington. Pertemuan tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dan menegaskan posisi Indonesia dalam peta geopolitik serta ekonomi global. Harapan terhadap peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas turut menjadi faktor yang diperhitungkan dalam jangka menengah.
Dari sisi pergerakan saham, sejumlah emiten tercatat masuk daftar penguat (top gainers) pada sesi ini, antara lain KOCI, PART, SOTS, RMKO, SKBM, ARKO, ASHA, NSSS, BALI, MBMA, HDIT, dan IKAN. Sementara itu, saham yang masuk daftar pelemah (top losers) di antaranya SSTM, ROCK, HILL, UNIC, VISI, CANI, GRPM, INTA, STAR, XILV, KPIG, dan MPPA.
Pergerakan yang beragam tersebut mencerminkan rotasi sektor dan selektivitas investor di tengah dinamika sentimen global, termasuk perkembangan kebijakan moneter AS.

