BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Melemah ke 7.699, Pasar Waspadai Koreksi di Tengah Pergerakan Beragam Bursa Global

IHSG Dibuka Melemah ke 7.699, Pasar Waspadai Koreksi di Tengah Pergerakan Beragam Bursa Global

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026. Pada awal sesi, IHSG turun 11 poin atau 0,14 persen ke level 7.699.

Analis menyebut IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini. “IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini,” kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 6 Maret 2026.

Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa menguat pada perdagangan Kamis setelah sebelumnya mengalami pelemahan signifikan selama beberapa hari terakhir. Penguatan dipimpin pasar saham Korea Selatan, yang mencatat lonjakan tajam sebagai pemulihan setelah sesi terburuknya sehari sebelumnya.

Indeks Kospi naik 9,6 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melesat 14,10 persen. Sentimen pasar turut membaik setelah Wall Street sempat menguat pada perdagangan sebelumnya. Kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak juga disebut mulai mereda.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix kompak naik sekitar 1,9 persen. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia menguat 0,44 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,28 persen, dan Taiex Taiwan melesat 2,57 persen.

Investor juga menyoroti pertemuan kebijakan besar di China yang dikenal sebagai “Two Sessions”, yang resmi dimulai pada Rabu pekan ini.

Dari sisi teknikal, Fanny menyampaikan area support IHSG berada di kisaran 7.650–7.680, sedangkan resist berada pada rentang 7.740–7.780.

Adapun di Amerika Serikat, indeks-indeks Wall Street kompak melemah pada perdagangan Kamis setelah sempat menguat sehari sebelumnya. Kenaikan harga minyak di tengah memanasnya konflik Iran memicu kekhawatiran investor terhadap dampaknya pada ekonomi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,61 persen, S&P 500 melemah 0,56 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,26 persen. Aksi jual dipimpin oleh saham Boeing dan Caterpillar, yang dinilai paling terdampak apabila pertumbuhan ekonomi global melambat.