BERITA TERKINI
Igor Tudor Berduka: Ayahnya Meninggal Usai Tottenham Kalah 0-3 dari Nottingham Forest

Igor Tudor Berduka: Ayahnya Meninggal Usai Tottenham Kalah 0-3 dari Nottingham Forest

Manajer Tottenham Hotspur, Igor Tudor, dilaporkan tengah berduka setelah menerima kabar kematian ayahnya, Mario, sesaat setelah laga melawan Nottingham Forest pada Minggu lalu. Tudor mengetahui kabar tersebut tepat setelah pertandingan berakhir di Stadion Tottenham Hotspur, ketika timnya kalah telak 0-3.

Situasi itu membuat Tudor absen dari kewajiban media pascapertandingan. Klub mengonfirmasi bahwa sang manajer sedang menghadapi keadaan darurat keluarga, sehingga konferensi pers diwakili asistennya, Bruno Saltor.

Di tengah kabar duka tersebut, Tottenham juga berada dalam tekanan akibat performa buruk. Kekalahan dari Nottingham Forest memperburuk posisi Spurs di Liga Premier. Mereka disebut sedang menjalani tren negatif tanpa kemenangan dalam 13 pertandingan liga beruntun, yang menjadi catatan terburuk klub dalam 91 tahun terakhir. Tottenham kini berada di peringkat ke-17, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Saltor, yang berbicara kepada wartawan menggantikan Tudor, menyampaikan simpati atas musibah yang dialami pelatih asal Kroasia itu. “Ini adalah masalah keluarga pribadi dan jelas ini adalah momen yang sulit baginya,” kata Saltor.

Meski suasana di klub disebut sedang kelabu, Saltor menyatakan tim berupaya tetap bersatu menghadapi situasi yang ada. Ia juga menilai masih ada hal yang bisa menjadi pegangan untuk bangkit, merujuk pada penampilan di dua laga terakhir melawan Liverpool dan Atletico Madrid serta babak pertama saat melawan Nottingham Forest. Menurutnya, Tottenham semestinya sudah unggul setidaknya 1-0, namun detail kecil belum berpihak pada tim.

Sejak mengambil alih jabatan pelatih dari Thomas Frank pada Februari, Tudor belum mampu memberi dampak instan. Dari lima pertandingan yang dipimpinnya, Tottenham baru meraih satu poin. Disebutkan pula bahwa perolehan poin Spurs saat ini menjadi yang terendah sejak musim 1914-15.

Tottenham kini memiliki jeda tiga pekan menyusul jadwal internasional dan kegagalan mereka di Piala FA. Periode ini menjadi kesempatan bagi Tudor untuk berkabung sekaligus waktu bagi klub mengevaluasi langkah selanjutnya.

Setelah jeda, Tottenham akan menghadapi tujuh pertandingan sisa yang menentukan upaya mereka bertahan di kasta tertinggi. Rangkaian laga itu akan dimulai dengan pertandingan tandang melawan Sunderland dan kemudian menjamu Brighton. Jika tidak segera membaik, ancaman degradasi ke Liga Championship disebut menjadi risiko nyata bagi klub London Utara tersebut.