International Energy Agency (IEA), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank Group (Bank Dunia) kompak memperingatkan bahwa harga energi dan pupuk berpotensi bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Peringatan tersebut disampaikan di tengah dampak konflik geopolitik global yang masih membayangi stabilitas rantai pasokan komoditas utama dunia.
Dalam pernyataan bersama, ketiga lembaga menilai harga komoditas terkait energi tidak mudah turun, bahkan jika arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali normal. Mereka menyoroti adanya kerusakan rantai pasokan serta keterlambatan pemulihan arus komoditas global sebagai faktor yang membuat penurunan harga berpotensi berjalan lambat.
IEA, IMF, dan Bank Dunia juga menyebut dampak perang di Timur Tengah bersifat substansial, global, dan sangat asimetris. Mereka menilai guncangan ini secara tidak proporsional memengaruhi negara pengimpor energi, terutama negara berpenghasilan rendah.
Menurut pernyataan tersebut, guncangan yang terjadi telah mendorong kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terkait ketahanan pangan dan risiko kehilangan pekerjaan. Di sisi lain, beberapa produsen di kawasan terdampak juga disebut mengalami kerugian besar pada pendapatan ekspor.
Ketiga lembaga menambahkan bahwa pengiriman melalui Selat Hormuz belum kembali normal. Mereka memperingatkan, sekalipun arus pengiriman pulih, tetap dibutuhkan waktu agar pasokan global komoditas utama kembali ke tingkat sebelum konflik.
Pernyataan itu juga menyoroti bahwa kekurangan input penting akibat gangguan pasokan dapat meluas ke sektor energi, pangan, dan sektor lainnya. Selain itu, dampak lanjutan seperti pengungsian paksa, lesunya lapangan kerja, serta penurunan perjalanan dan pariwisata diperkirakan memerlukan waktu untuk pulih.
“Kami membagikan penilaian terbaru kami, menjelang rilis Laporan Pasar Minyak bulanan IEA dan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada Selasa, 14 April. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan tersebut serta tanggapan dari lembaga-lembaga kami,” demikian isi pernyataan bersama itu.
Ketiganya menyatakan tim mereka bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing. Mereka juga menyebut akan memberikan saran kebijakan yang disesuaikan, serta—dalam kasus IMF dan Bank Dunia—dukungan keuangan jika diperlukan.
IEA, IMF, dan Bank Dunia menegaskan akan terus mengoordinasikan dukungan bagi negara-negara anggota dan memantau dampak perang terhadap pasar energi serta perekonomian global.