TANGERANG — Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menunjuk AirNav Indonesia sebagai Chairperson of APAC Project 30/10 untuk memimpin implementasi peningkatan efisiensi ruang udara di kawasan Asia Pasifik.
AirNav Indonesia dinominasikan oleh Malaysia dan mendapat dukungan dari sejumlah anggota ICAO Asia Pasifik lainnya, antara lain Mongolia, Pakistan, Singapura, dan Thailand.
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan penunjukan tersebut mencerminkan kepercayaan negara-negara di kawasan terhadap kapasitas Indonesia dalam memimpin koordinasi lintas negara di sektor navigasi penerbangan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pada Senin (4/5/2026).
APAC Project 30/10 Task Force merupakan bagian dari implementasi Project 30/10, sebuah inisiatif global ICAO yang bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan ruang udara melalui optimalisasi pengaturan jarak antar pesawat (separation minima), dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Setio menjelaskan, selama beberapa dekade terakhir peningkatan kapasitas penerbangan umumnya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik seperti bandara dan landasan pacu. Melalui Project 30/10, pendekatan tersebut mulai bergeser ke arah optimalisasi sistem.
Ia menilai efisiensi operasional menjadi faktor penting bagi industri penerbangan dalam menjaga kinerja dan daya saing. Namun, implementasi kebijakan di kawasan Asia Pasifik disebut menghadapi tantangan tersendiri karena perbedaan tingkat kesiapan teknologi, regulasi, serta karakteristik ruang udara antarnegara.
“Implementasi program ini membutuhkan pendekatan kolaboratif antarnegara dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Fokusnya adalah memastikan efisiensi dapat dicapai tanpa mengurangi aspek keselamatan,” ujar Setio.
Ia menambahkan, efisiensi operasional dan agenda keberlanjutan menjadi salah satu fokus utama ICAO saat ini. Optimalisasi ruang udara, menurutnya, mendukung pengelolaan penerbangan yang lebih efisien dan dipercaya dapat berkontribusi terhadap upaya peningkatan kinerja lingkungan di sektor aviasi.
Selain ditunjuk memimpin pelaksanaan proyek tersebut, AirNav Indonesia juga didaulat menjadi tuan rumah pertemuan perdana APAC Project 30/10 Task Force di Tangerang, Banten, pada 16–18 Juni 2026.
Dalam laporan Kick Off Meeting of the APAC Project 30/10 Task Force (AP30-10/TF/1) yang dipublikasikan, Sekretariat ICAO menyampaikan apresiasi kepada AirNav Indonesia atas kesediaannya menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.
Agenda pertemuan juga menjadwalkan kunjungan peserta ke Jakarta Air Traffic Control Centre (JATSC) yang dikelola AirNav Indonesia. Setio menyebut kunjungan itu berkaitan dengan implementasi sistem baru AirNav Indonesia, yakni ATMAS, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan navigasi nasional. “Mereka ingin melihat ini,” kata Setio.