Setiap 4 Maret, dunia memperingati Hari Obesitas Sedunia atau World Obesity Day. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya obesitas yang semakin mengancam kesehatan masyarakat di berbagai negara, baik negara maju maupun berkembang.
Kampanye Hari Obesitas Sedunia didukung sejumlah organisasi kesehatan internasional, termasuk World Health Organization (WHO). WHO menilai obesitas sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Lonjakan angka obesitas dalam beberapa dekade terakhir pun menjadi perhatian serius di dunia medis.
Data dari World Obesity Federation menunjukkan prevalensi obesitas terus meningkat di berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja. Perubahan pola makan, minimnya aktivitas fisik, serta gaya hidup sedentari disebut sebagai faktor dominan yang mendorong peningkatan kasus obesitas secara global.
Di sejumlah negara, peringatan 4 Maret diisi dengan kampanye edukasi mengenai pentingnya pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Pemerintah dan lembaga kesehatan juga didorong untuk menghadirkan kebijakan yang mendukung lingkungan sehat, antara lain melalui penyediaan ruang publik untuk aktivitas fisik serta regulasi terhadap makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

