Washington — Harga minyak dunia kembali melanjutkan penurunan tajam pada Kamis, 7 Mei 2026, di tengah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah. Perkembangan diplomatik tersebut dinilai dapat meredakan risiko gangguan pasokan energi global, sehingga tekanan terhadap harga minyak berkurang.
Minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 3,5 persen menjadi 97,5 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah lebih dari 3 persen ke level 92 dolar AS per barel.
Penurunan harga dipengaruhi laporan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan nota kesepahaman satu halaman kepada Iran melalui perantara Pakistan. Dokumen tersebut disebut bertujuan untuk mengakhiri konflik secara resmi sekaligus membentuk kerangka pembukaan bertahap Selat Hormuz.
Iran dilaporkan masih meninjau proposal tersebut dan diperkirakan akan memberikan respons dalam beberapa hari ke depan. Namun, pembahasan lebih luas terkait program nuklir Iran disebut baru akan dilakukan pada tahap lanjutan negosiasi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan itu belum final dan menilai masih terlalu dini untuk memastikan Iran akan menyetujuinya. Ia juga memperingatkan Amerika Serikat dapat kembali melancarkan aksi militer apabila Iran tidak mematuhi ketentuan yang disepakati.
Harga minyak turut tertekan oleh keputusan Washington yang sementara membatalkan rencana bantuan terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut muncul setelah salah satu sekutu AS di Teluk menangguhkan penggunaan pangkalan militer dan wilayah udaranya untuk operasi terkait.
Perubahan sikap itu dibaca pasar sebagai sinyal pergeseran dari pendekatan militer menuju diplomasi yang berpotensi meredakan ketegangan. Sebelumnya, konflik di kawasan tersebut sempat mendorong kenaikan harga minyak secara signifikan karena kekhawatiran gangguan pasokan global.