Jakarta — Harga emas masih berpotensi melanjutkan penguatan di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Sepanjang 2026, harga emas bahkan sempat menyentuh level USD5.500 per troy ounce, atau naik sekitar 23%.
Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan, menilai ruang kenaikan harga emas masih terbuka meski level saat ini sudah tergolong tinggi. Menurutnya, kondisi ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat menopang minat investor terhadap emas.
“Memang kita lihat di level saat ini sudah cukup tinggi dan mungkin ruang untuk kenaikan ini memang masih ada kemungkinan untuk ke depannya. Apalagi, dengan adanya geopolitical uncertainty ini,” ujar Farhan dalam paparan virtual, Selasa, 10 Maret 2026.
Namun, Farhan mengingatkan adanya risiko koreksi jika bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan. Ia menyebut, saat ini belum memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini. Meski begitu, bila kebijakan tersebut terjadi, dampaknya berpotensi menjadi salah satu risiko terbesar bagi pergerakan harga emas.
Farhan menjelaskan, emas diperdagangkan secara global menggunakan dolar AS. Karena itu, kenaikan suku bunga yang mendorong penguatan dolar dapat menekan harga emas atau membatasi ruang kenaikannya.
“Memang ada korelasi negatif antara emas sendiri dengan US Dollar Index. Oleh karena itu, saat equity market lagi cukup uncertain seperti sekarang, banyak sekali investor yang menyerbu emas sebagai salah satu hedging investment,” ucapnya.
Ia juga menilai emas layak dipertimbangkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) dalam portofolio, termasuk bagi investor ritel. Menurut Farhan, pergerakan emas cenderung tidak berkorelasi kuat dengan pasar saham, baik domestik maupun global, sehingga dapat membantu menyeimbangkan portofolio saat pasar modal tertekan.
“Sehingga, ketika terjadi berbagai situasi yang dapat memicu uncertainty, ini dapat dimitigasi dengan adanya portofolio emas itu,” pungkas Farhan.

