BERITA TERKINI
Harga Bahan Baku Plastik Naik, Dipicu Konflik Global dan Gangguan Rantai Pasok

Harga Bahan Baku Plastik Naik, Dipicu Konflik Global dan Gangguan Rantai Pasok

JAKARTA — Harga bahan baku plastik dilaporkan mulai merangkak naik seiring dampak konflik global yang memengaruhi rantai pasok energi dan petrokimia. Kenaikan ini berdampak pada industri yang bergantung pada bahan turunan minyak bumi.

Plastik umumnya diproduksi dari produk turunan minyak dan gas. Saat harga energi global meningkat akibat ketegangan geopolitik, biaya produksi bahan baku plastik ikut terdorong naik.

Gangguan distribusi minyak mentah di sejumlah jalur strategis internasional disebut menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Kondisi tersebut berimbas pada kenaikan harga bahan baku petrokimia, termasuk resin plastik.

Pelaku industri menyatakan kenaikan harga mulai terasa pada berbagai jenis plastik, terutama yang digunakan untuk kemasan dan kebutuhan manufaktur. Situasi ini berpotensi menaikkan biaya produksi di sektor makanan, minuman, hingga barang konsumsi lainnya.

Selain faktor energi, gangguan logistik global turut memperparah tekanan harga. Keterlambatan pengiriman bahan baku dan meningkatnya biaya transportasi menambah beban bagi pelaku usaha.

Di sisi lain, permintaan plastik yang tetap tinggi di tengah aktivitas industri yang terus berjalan membuat harga dinilai sulit ditekan dalam jangka pendek.

Pengamat industri menilai, apabila konflik global berlanjut, tren kenaikan harga plastik berpotensi terus terjadi. Dampaknya dapat menjalar ke inflasi, terutama melalui kenaikan harga produk yang menggunakan kemasan plastik.

Dalam kondisi ini, pelaku usaha didorong mencari alternatif efisiensi, termasuk penggunaan bahan baku yang lebih hemat atau beralih ke material substitusi. Ke depan, stabilitas harga plastik dinilai sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global serta pemulihan rantai pasok energi dan logistik internasional.