Presiden Prabowo Subianto mendorong penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah mitigasi menghadapi ketidakpastian situasi global yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan pangan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat. Ia menekankan perlunya langkah proaktif, termasuk upaya menekan konsumsi BBM. “Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tetapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga BBM. Kenaikan harga energi tersebut dinilai dapat berdampak pada harga pangan, sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah antisipatif.
Prabowo menyampaikan Indonesia telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan mendasar. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki rencana di sektor energi yang akan dipercepat pelaksanaannya. Meski demikian, ia menilai penghematan konsumsi BBM tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya menghadapi dinamika global.
Sebagai perbandingan, Presiden mencontohkan langkah penghematan yang dilakukan Pakistan. Negara tersebut menerapkan sejumlah kebijakan yang dinilai kritis, antara lain WFH bagi pegawai pemerintah dan swasta hingga 50 persen serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.
Selain itu, Pakistan juga disebut melakukan penghematan melalui pengurangan gaji anggota kabinet dan DPR, pemangkasan penggunaan BBM pada kendaraan pemerintah, pembatasan penggunaan kendaraan dinas, serta penghentian sejumlah belanja pemerintah seperti pengadaan kendaraan, pendingin ruangan, dan perabot kantor.

