Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengimbau masyarakat mulai menerapkan pola hidup hemat dan efisien dalam aktivitas sehari-hari di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai dinamika ekonomi dunia yang belum stabil berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi daerah, termasuk Sumsel, sehingga diperlukan langkah antisipatif sejak dini.
Salah satu upaya sederhana yang disorot Herman Deru adalah penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Ia mengajak warga mematikan listrik yang tidak digunakan serta mengurangi aktivitas bepergian bila tidak mendesak. Menurutnya, penghematan BBM—terutama yang bersubsidi—memiliki pengaruh penting.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka opsi penerapan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH) satu hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menekan konsumsi BBM apabila tekanan ekonomi meningkat.
Meski demikian, rencana WFH masih akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan sektor-sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan agar pelayanan publik tidak terganggu.
Di sisi lain, Herman Deru memastikan pasokan energi di Sumatera Selatan saat ini dalam kondisi aman dan terkendali, termasuk selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Ia menyebut belum ada laporan kekurangan BBM dan berharap kondisi tersebut tetap terjaga.
Di tengah perhatian terhadap tantangan ekonomi, Herman Deru juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjadikan momen Idulfitri sebagai ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

