BERITA TERKINI
Gencatan Senjata Israel–Lebanon Dinilai Buka Ruang Diplomasi Baru di Timur Tengah

Gencatan Senjata Israel–Lebanon Dinilai Buka Ruang Diplomasi Baru di Timur Tengah

JAKARTA — Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan Amerika Serikat tidak hanya meredakan situasi di lapangan, tetapi juga dinilai membuka peluang baru bagi proses diplomasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Di Beirut, kondisi dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat eskalasi konflik perlahan kembali berjalan.

Warga Negara Indonesia di Lebanon, Irfan Afendi, mengatakan suasana menjadi lebih tenang sejak pengumuman gencatan senjata. Ia menyebut sebagian warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke tempat tinggal mereka, terutama di wilayah selatan.

“Setelah adanya pengumuman ceasefire, kondisi di Lebanon cukup lebih tenang. Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke desa mereka, khususnya di wilayah selatan,” ujar Irfan.

Sementara itu, praktisi hubungan internasional dari Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menilai gencatan senjata tersebut tetap menjadi sinyal positif bagi kelanjutan diplomasi meski situasinya masih rentan.

“Menurut saya sebenarnya ada titik terang di sini, walaupun memang masih rentan. Ini menunjukkan bahwa komunikasi antar pihak masih berjalan,” kata Dinna.

Ia juga menyoroti langkah Iran yang membuka Selat Hormuz sebagai bagian dari dinamika diplomasi yang lebih luas dan dapat menjadi faktor penyeimbang dalam negosiasi.

“Iran memberi ruang bagi Amerika Serikat untuk membangun narasi, tetapi di saat yang sama tetap menjalankan proses komunikasi. Ini bagian dari strategi negosiasi,” jelasnya.