Ketegangan di Timur Tengah mulai berdampak pada jalur energi global. Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman minyak paling vital di dunia, dilaporkan mengalami gangguan serius di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai negara-negara besar perlu ikut terlibat untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut. Dalam konteks itu, Trump secara khusus menyoroti China karena dinilai memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas Selat Hormuz.
Trump menyebut sebagian besar pasokan energi China melewati selat tersebut. “Saya pikir China harus membantu juga, karena China mendapat 90 persen dari minyaknya melalui selat ini,” kata Trump dalam wawancara bersama Financial Times.
Selain China, Trump sebelumnya juga meminta sejumlah negara lain untuk ikut berperan dalam pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Negara-negara yang disebut antara lain Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, serta beberapa negara lainnya yang memiliki kepentingan terhadap stabilitas pasokan energi global.
Trump berharap dukungan internasional terhadap pengamanan Selat Hormuz dapat segera terbentuk. Ia juga menyatakan harapannya agar respons dari Beijing sudah terlihat sebelum rencana kunjungannya ke China.
Meski demikian, Trump mengakui rencana kunjungan tersebut—yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang—masih dapat berubah.
Situasi di kawasan Teluk dilaporkan memanas setelah operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

