Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai antisipasi dampak krisis global. Langkah ini dibahas sebagai respons atas situasi global terkini, termasuk dampak perang di Timur Tengah.
Dalam penjelasannya, Presiden mencontohkan kebijakan penghematan yang dilakukan sejumlah negara lain, salah satunya Pakistan. Negara tersebut disebut menerapkan langkah yang dinilai kritis, antara lain WFH bagi pegawai pemerintah dan swasta hingga 50 persen serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.
Di dalam negeri, fraksi-fraksi partai politik di DPR RI menyatakan dukungan terhadap opsi Presiden untuk mengurangi gaji pejabat, khususnya anggota kabinet maupun anggota DPR RI, sebagai bagian dari upaya antisipasi dampak krisis global.
Ketua Fraksi Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji menyatakan kesiapannya jika gaji dipotong apabila negara membutuhkan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya untuk menciptakan kepekaan terhadap keadaan dan menyesuaikan diri. “Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan,” kata Sarmuji di Jakarta, Senin (16/3).
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan dukungan terhadap upaya Presiden dalam mencari solusi demi menyejahterakan rakyat di tengah situasi global. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah memiliki berbagai opsi efisiensi anggaran yang tetap perlu dikaji secara mendalam, terutama jika menyangkut pos gaji.
“Apalagi yang terkait gaji, harus didiskusikan dengan sangat matang. Karena apabila tidak dikaji secara matang, efisiensi di pos gaji berpotensi memunculkan efek turunan,” ujar Sahroni. Meski demikian, ia menegaskan prinsip DPR sejalan dengan pemerintah, yakni mendahulukan kepentingan rakyat.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, juga menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan Presiden. Ia menilai negara harus memprioritaskan kepentingan rakyat.

