Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mendorong pemerintah Indonesia merumuskan strategi diplomasi baru seiring menguatnya peran negara-negara berkekuatan menengah (middle power) dalam lanskap geopolitik global.
Pernyataan itu disampaikan Dino saat berbicara dalam Middle Power Conference di Jakarta, Selasa. Ia menyoroti perubahan dinamika dunia, khususnya menguatnya kerja sama antara negara-negara di kawasan Utara dan Selatan global.
Menurut Dino, FPCI mengamati bahwa negara-negara middle power dari Utara dan Selatan kini membangun hubungan yang semakin erat, terlihat dari tren penguatan hubungan bilateral di berbagai negara. Ia menilai, sekitar 20 negara middle power dari kedua kawasan tersebut semakin memainkan peran penting dalam membentuk masa depan tatanan dunia berikutnya.
Dino juga menyebut penguatan relasi itu tercermin dari meningkatnya intensitas kerja sama antarnegara middle power, baik di Utara maupun Selatan global. Dalam konteks Indonesia, ia menilai Indonesia termasuk negara yang aktif memperluas jejaring diplomasi dan dalam 15 bulan hingga dua tahun terakhir tercatat meningkatkan kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.
Beberapa hubungan yang disorotnya antara lain kerja sama Indonesia dengan Australia, Prancis, India, Korea Selatan, dan Turki. Penguatan hubungan tersebut dinilai mencerminkan upaya Indonesia memperluas jejaring diplomasi di tengah perubahan tatanan global.
Ia mengatakan FPCI secara aktif terlibat dengan pemerintah untuk mendorong penyusunan strategi middle power yang dinilai sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dino menambahkan, tren penguatan kerja sama juga terjadi secara luas di antara negara-negara middle power lainnya di Utara dan Selatan global.
Karena itu, FPCI menyerukan agar Indonesia mengembangkan strategi khusus sebagai negara middle power untuk memaksimalkan potensi dalam percaturan global. Dino menilai Indonesia perlu memahami ambisi, aset yang dimiliki, serta posisi dalam tatanan dunia yang terus berkembang. Selain itu, Indonesia juga didorong menentukan negara-negara middle power yang perlu lebih didekati dan membangun hubungan berbasis pembentukan koalisi.