BERITA TERKINI
Forum Maritim Bali di MNEK 2025: Libatkan Anak dan Remaja untuk Tingkatkan Kepedulian pada Laut

Forum Maritim Bali di MNEK 2025: Libatkan Anak dan Remaja untuk Tingkatkan Kepedulian pada Laut

Bali kembali menjadi tuan rumah Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (MNEK 2025), latihan maritim multilateral yang digelar untuk kelima kalinya. Kegiatan ini diikuti 38 negara dengan keterlibatan 19 kapal perang asing, tujuh helikopter, serta tiga pesawat patroli maritim (MPA). Dari Indonesia, TNI Angkatan Laut mengerahkan 19 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk berlatih bersama.

Selain menjadi ajang latihan bagi angkatan laut berbagai negara, MNEK 2025 juga membuka ruang partisipasi bagi Forum Maritim Bali (FMB). Salah satu bentuk keterlibatan FMB adalah mengikutsertakan anak-anak dan remaja yang tergabung dalam program Kids & Duta Maritim Bali dalam sejumlah kegiatan.

Sehari sebelum pembukaan resmi MNEK 2025, pada 15 Februari 2025, Kids & Duta Maritim Bali mengikuti sesi ice breaking di Nusa Dua Beach Hotel. Dalam sesi itu, tiga Duta Maritim Bali—A.A. Mas Prami Anindya Deviena (Duta Maritim Bali), Ni Kadek Arvisca Chalisna Wistara (Runner Up I), dan Ni Putu Devika Wulandari (Runner Up II)—menyampaikan pidato tentang pentingnya menjaga kelestarian laut serta peran strategis wilayah maritim Indonesia, khususnya Bali.

Ketua Forum Maritim Bali, Ketut Adil Darme Yase, menyampaikan apresiasi kepada Koarmada II Surabaya dan Pangkalan Angkatan Laut Denpasar atas dukungan terhadap program FMB. Ia menjelaskan, FMB menargetkan pembangunan sumber daya manusia berjiwa kepemimpinan di bidang kemaritiman, terutama pada kelompok anak-anak dan remaja.

Menurut Ketut, program Kids & Duta Maritim Bali membekali peserta agar dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya sektor maritim kepada masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan dunia maritim kepada anak-anak, tetapi juga mendorong kesadaran generasi muda tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai bagian dari pemenuhan gizi nasional. “Negara yang kuat adalah negara yang masyarakatnya memiliki nutrisi yang baik,” ujarnya dalam wawancara pada Selasa (18/2/2025).

Dari sisi peserta, Ni Putu Devika Wulandari mengajak generasi muda untuk lebih mengenal ekosistem mangrove dan menjaga kelestariannya. Ia menyebut peran media sosial sebagai sarana untuk memotivasi remaja agar lebih peduli pada isu-isu maritim.

Ni Kadek Arvisca Chalisna Wistara turut menjelaskan peran Forum Maritim Bali dalam mengedukasi masyarakat mengenai dunia maritim. Ia berharap semakin banyak remaja dan masyarakat yang memahami pentingnya sektor ini bagi Indonesia.

Sementara itu, A.A. Mas Prami Anindya Deviena menegaskan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sektor maritim. Ia menekankan penerapan konsep Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan, termasuk dalam konteks pelestarian laut.

Antusiasme juga disampaikan Komang Adhisthanaya Sarasvati Kalyani Adilananda, perwakilan Kids Maritim Bali. Ia mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut dan berharap semakin banyak anak Indonesia mencintai dunia maritim.

Adapun peserta Kids & Duta Maritim Bali yang terlibat dalam rangkaian kegiatan MNEK 2025 meliputi: Komang Adhisthanaya Sarasvati Kalyani Adilananda (SD K Harapan), Ni Putu Dinda Prawika Naraswari Putri (SMPN 4 Denpasar), Keyza Mourenata (SMPN 11 Jember), Ni Luh Ayu Kirana Wulandari (SMP Bali Kiddy), Anak Agung Mas Prami Anindya Daviena (SMPN 1 Denpasar), Ni Putu Devika Wulandari (SMP Bintang Mandiri School Jimbaran), Ni Kadek Arvisca Chalisna Wistara (SMAN 1 Denpasar), Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya (SDK Soverdi Tuban), Ni Komang Cecilia Kimora Audrey (SD Bali Kiddy School), Anak Agung Ayuna Putri Indari (SDN 04 Tuban), Ni Nyoman Cesilia Kimora Audrey (SD Bali Kiddy), serta Ni Luh Putu Carla Greycia Meytria Kencana (SMA Taman Rama).

Melalui pelaksanaan MNEK 2025, diharapkan kerja sama antarnegara di bidang kemaritiman semakin erat sekaligus memperluas edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut. Keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan ini dinilai menjadi langkah awal untuk menumbuhkan generasi yang sadar akan potensi dan tantangan sektor maritim di masa depan.