Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, seiring proyeksi memburuknya kekurangan air. Peringatan itu disampaikan ketika kondisi wilayah yang dilanda padang pasir berdebu menjadi gambaran tantangan lingkungan yang kian berat.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyatakan bahwa selama lebih dari 40 tahun terakhir, kekeringan di kawasan tersebut cenderung berlangsung lebih lama dan relatif lebih sering terjadi. Di saat yang sama, ketersediaan sumber air bersih di wilayah itu disebut termasuk yang terendah di dunia.
FAO menilai situasi berpotensi semakin memburuk akibat perubahan iklim. Karena itu, kawasan tersebut diminta menyiapkan rencana yang kuat untuk menghadapi skenario terburuk.
“Kami perlu memandang dan mengelola kekeringan secara berbeda, dan beralih dari tanggap darurat ke kebijakan proaktif dan perencanaan berjangka panjang guna mengurangi risiko-risiko dan membangun ketahanan lebih besar,” kata Rene Castro, wakil kepala kantor iklim FAO, dalam sebuah pernyataan.
Dalam laporannya, FAO merekomendasikan sejumlah langkah adaptasi, antara lain menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air, menggunakan sistem irigasi yang lebih efisien, serta menurunkan jumlah ternak untuk mencegah konsumsi rumput yang berlebihan.
Di Maroko, sejumlah desa di wilayah barat daya dekat Gurun Sahara disebut telah menerapkan proyek pengumpulan uap air yang kemudian diproses menjadi air untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan.
PBB juga menyoroti bahwa pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan pangan, ditambah kelangkaan sumber daya air serta lahan, berpotensi mendorong harga pangan menjadi dua kali lipat dan memicu keresahan sipil di beberapa negara berkembang.
Kelangkaan air saat ini dilaporkan telah memengaruhi lebih dari 40 persen penduduk dunia, berdasarkan Laporan Pengembangan Air Dunia 2018 yang dikeluarkan PBB. Angka tersebut diperkirakan dapat meningkat akibat pemanasan global, dengan proyeksi satu dari empat orang akan menghadapi kekurangan air kronis atau kekurangan air pada 2050.

