Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kebudayaan merupakan kekuatan utama untuk menghadapi dinamika global. Menurut dia, penguatan nilai-nilai budaya perlu dikedepankan guna membangun dialog dan kerja sama antarbangsa.
“Dalam situasi global yang penuh dinamika, nilai-nilai budaya seperti gotong royong dan solidaritas menjadi kekuatan utama bangsa dalam menjaga stabilitas dan menghadapi berbagai tantangan,” kata Fadli dalam keterangan resmi, Rabu, 8 April 2026.
Ia menyoroti tantangan perkembangan di bidang ekonomi, pangan, dan energi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Fadli menyebut Indonesia perlu memperkuat fondasi kebangsaan melalui nilai-nilai budaya seperti gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan.
Fadli juga menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan ekonomi kerakyatan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus melindungi kepentingan masyarakat luas.
“Pendekatan tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai kebudayaan serta amanat konstitusi,” ujarnya.
Menurut Fadli, kebudayaan memiliki peran strategis sebagai landasan dalam perumusan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menilai kebudayaan dapat memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui pendekatan diplomasi yang berakar pada identitas bangsa.
Ia menambahkan, Indonesia tetap berkomitmen menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, serta mendorong terciptanya perdamaian dunia. Dalam konteks itu, pendekatan budaya dinilai dapat menjadi jembatan untuk membangun dialog dan kerja sama antarnegara.
“Kebudayaan merupakan bagian penting dari diplomasi Indonesia. Melalui pendekatan budaya, kita dapat memperkuat kerja sama internasional sekaligus menyampaikan nilai-nilai perdamaian,” kata Fadli.