Yogyakarta—Menteri Kebudayaan Fadli Zon mencanangkan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Minggu (30/3). Pencanangan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat filateli sebagai elemen dalam pemajuan kebudayaan nasional.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI) bersama Kementerian Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Pemerintah Kota Yogyakarta. Mengusung tema “Filateli – Budaya Koleksi Anak Negeri”, acara melibatkan komunitas filatelis, akademisi, pelajar, dan pemangku kepentingan kebudayaan.
Dalam sambutannya, Fadli menegaskan filateli tidak hanya dipahami sebagai hobi mengoleksi perangko, melainkan bagian dari kebudayaan material yang merekam perjalanan sejarah bangsa. Ia menyebut perangko sebagai medium yang mencerminkan identitas nasional sekaligus dokumentasi berbagai peristiwa penting, mulai dari budaya hingga dinamika sosial masyarakat.
Menurut Fadli, di tengah perkembangan teknologi komunikasi digital, filateli dinilai tetap relevan sebagai sarana edukasi yang menanamkan ketekunan, ketelitian, serta pemahaman sejarah. Ia juga menilai filateli memiliki potensi sebagai instrumen diplomasi budaya, antara lain melalui kerja sama penerbitan perangko antarnegara.
Fadli menambahkan, pengembangan filateli sejalan dengan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan filateli, terutama bagi generasi muda.
Dari pihak Daerah Istimewa Yogyakarta, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aria Nugrahadi menilai filateli tetap relevan sebagai media pembelajaran lintas generasi. Ia menyoroti perlunya inovasi agar filateli dapat beradaptasi dengan era digital dan menarik minat generasi muda.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia HFN 2026 Yetti Martanti menyebut peringatan ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan filateli di Indonesia. Ia berharap momentum tersebut dapat mendorong filateli menjadi media edukasi sekaligus ruang ekspresi budaya bagi generasi muda.
Rangkaian kegiatan HFN 2026 antara lain pengecapan cap slogan di kantor pos Yogyakarta hingga 30 April 2026, seminar nasional, pameran, lokakarya, serta peluncuran produk filateli. Kegiatan serupa juga disebut digelar di sejumlah daerah, termasuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dalam acara pencanangan itu, dilakukan penandatanganan sampul peringatan filateli “HFN 2026” serta peluncuran buku kartu pos “Kartu Pos Bergambar Djocjocarta” karya Fadli Zon bersama Mahpudi. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wali Kota Semarang Agustin Wilujeng Pramestuti, serta perwakilan PT Pos Indonesia.
Menutup acara, Fadli secara resmi menetapkan 29 Maret sebagai Hari Filateli Nasional. Ia berharap penetapan tersebut dapat memperkuat ekosistem filateli sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional.

