BERITA TERKINI
ESB Gelar F&B Mentoring Day di Bandung, Dorong Digitalisasi UMKM Kuliner Hadapi Tekanan Ekonomi 2026

ESB Gelar F&B Mentoring Day di Bandung, Dorong Digitalisasi UMKM Kuliner Hadapi Tekanan Ekonomi 2026

Tekanan ekonomi global pada 2026 dinilai berisiko memperberat bisnis kuliner, terutama melalui kenaikan harga bahan baku yang dapat menekan margin keuntungan. Di tengah situasi tersebut, ESB (PT Esensi Solusi Buana) memilih Bandung sebagai kota pertama dalam roadshow nasional bertajuk “F&B Mentoring Day” yang digelar selama dua hari, 6–7 Mei 2026.

Bandung dipilih karena memiliki 187.355 unit UMKM kuliner aktif, sehingga menjadi salah satu ekosistem kuliner terbesar di Jawa Barat. Data Open Data Jawa Barat turut menggambarkan besarnya potensi sektor ini. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Jawa Barat mencapai Rp86,66 triliun pada 2024, tumbuh 9 persen secara tahunan.

Dari sisi pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat per Januari 2026 mencatat total kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp186 triliun, terbesar kedua secara nasional. Kota Bandung disebut menjadi penyalur kredit UMKM terbesar di Jawa Barat dengan nilai Rp25,05 triliun.

Melihat skala bisnis tersebut, ESB membawa solusi digital yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha kuliner menghadapi kenaikan HPP (Harga Pokok Penjualan) serta tantangan operasional yang semakin kompleks. ESB dikenal sebagai penyedia ekosistem teknologi F&B terintegrasi di Indonesia dan sebelumnya masuk daftar Forbes Asia 100 to Watch 2025.

Dalam roadshow ini, ESB memperkenalkan ekosistem digital yang mencakup aplikasi kasir ESB POS, ERP ESB Core, ESB Order, serta asisten AI bernama OLIN. Co-Founder dan CEO ESB, Gunawan, menyatakan kondisi bisnis F&B saat ini menuntut efisiensi dan presisi yang lebih tinggi.

“Di tahun 2026, margin keuntungan tidak lagi bisa mengandalkan estimasi. Memasuki era Lean-Service, kami membantu pelaku usaha di Bandung mengeliminasi berbagai bentuk pemborosan operasional,” ujar Gunawan.

Menurutnya, integrasi Business Intelligence (BI) dalam ekosistem ESB memungkinkan data transaksi diolah menjadi strategi bisnis secara real-time, mulai dari pengelolaan arus kas, prediksi penjualan, efektivitas promosi, hingga deteksi potensi fraud. Teknologi AI OLIN juga diklaim mampu memantau kesehatan bisnis dengan tingkat akurasi hingga 98 persen.

Selain digitalisasi, ESB turut mendorong pelaku usaha kuliner Bandung memaksimalkan bahan baku lokal Jawa Barat sebagai keunggulan kompetitif. Di tengah gejolak harga bahan impor, komoditas lokal seperti rempah, sayuran dataran tinggi Lembang, hingga produk olahan susu dinilai lebih stabil terhadap gangguan rantai pasok global.

“Kami ingin pelaku usaha kuliner di Bandung tidak hanya viral, tetapi juga tangguh. Dengan memadukan kreativitas menu berbasis bahan lokal dan manajemen berbasis data dari sistem ESB, bisnis akan jauh lebih adaptif menghadapi berbagai guncangan ekonomi,” katanya.

Dampak transformasi digital ini disebut mulai dirasakan sejumlah pelaku usaha di Bandung. Founder Jabarano Coffee, Arnold Dharmma, mengatakan sistem ERP dan aplikasi kasir ESB membantu menekan kebocoran finansial dan pemborosan stok. “Kami jadi punya kendali penuh atas bisnis, bahkan saat harga pasar sedang tidak menentu,” ucap Arnold.

Pernyataan serupa disampaikan Founder Kopi Moyan, Didit Helditia dan Meizal Rossi. Mereka menyebut fitur ESB Order membantu pelanggan melakukan pemesanan langsung dari meja melalui pemindaian barcode, sehingga antrean lebih singkat dan operasional lebih rapi. “Dengan proses yang lebih efisien, tim dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik bagi setiap tamu yang datang,” ujar mereka.

Roadshow F&B Mentoring Day Bandung juga melibatkan sejumlah mitra strategis, antara lain BCA melalui sistem pembayaran OCEAN by BCA, GoApp dengan teknologi CRM berbasis AI, serta IWARE yang menyediakan perangkat keras pendukung operasional.

Program ini menjadi bagian dari roadshow nasional ESB di 10 kota Indonesia yang menyasar owner, founder, dan pengambil keputusan bisnis kuliner. Selain sesi mentoring dan studi kasus, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi bersama komunitas bisnis seperti TDA, HIPMI, PKID, hingga asosiasi kuliner daerah.