Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali komitmen pemerintahnya untuk menjaga stabilitas politik, memperkuat ekonomi nasional, serta mempertahankan posisi Turkiye sebagai kekuatan regional yang berdaulat di tengah dinamika global yang dinilainya semakin menantang.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan dalam pidato di hadapan fraksi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti situasi geopolitik global, termasuk konflik yang masih berlangsung di Gaza dan Ukraina.
Terkait Gaza, Erdogan mengecam agresi Israel dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap kemanusiaan. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan kekerasan serta mendorong terwujudnya solusi dua negara.
Di bidang ekonomi, Erdogan menyatakan bahwa meski dunia masih diliputi ketidakpastian pascapandemi dan ketegangan geopolitik, perekonomian Turkiye menunjukkan ketahanan. Ia menyebut pemerintah berhasil menurunkan inflasi secara bertahap, meningkatkan ekspor, dan mendorong masuknya investasi asing.
Erdogan juga menegaskan tekadnya untuk menekan suku bunga kredit produksi dan meningkatkan lapangan kerja, sembari memastikan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam isu politik domestik, Erdogan menyerukan persatuan nasional. Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan upaya yang berupaya melemahkan demokrasi atau kedaulatan rakyat, serta mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan menolak segala bentuk intervensi asing terhadap urusan dalam negeri Turkiye.
Di bidang kebijakan luar negeri, Erdogan menekankan pendekatan Turkiye yang ia sebut “aktif dan independen”, terutama dalam hubungan dengan NATO, Uni Eropa, Rusia, dan dunia Islam. Ia menyatakan Turkiye akan terus berperan sebagai penengah dalam konflik regional, memelihara hubungan diplomatik yang seimbang, dan memperjuangkan perdamaian yang adil di kawasan Timur Tengah.
Menutup pidatonya, Erdogan mengajak seluruh pihak, baik dari kalangan pemerintahan maupun oposisi, untuk bekerja sama demi masa depan bangsa. Ia menyampaikan keyakinan bahwa abad ke-21 akan menjadi “Abad Turkiye”, dengan negara itu berdiri sebagai kekuatan global yang mandiri, stabil, dan disegani.

