Ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan 6,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal keempat 2025, berdasarkan data pemerintah yang dirilis Selasa. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal resmi pemerintah sebesar 5,7% yoy.
Secara kuartalan (quarter-on-quarter/qtq), produk domestik bruto (PDB) Singapura pada periode Oktober–Desember tumbuh 2,1% qtq. Angka tersebut juga melampaui estimasi awal sebesar 1,9% qtq.
Untuk keseluruhan tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Singapura tercatat 5,0%. Angka ini lebih tinggi dari data sementara 4,8% dan dibandingkan dengan pertumbuhan 2024 yang direvisi sebesar 5,3%.
Kementerian Perdagangan Singapura turut menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB untuk 2026 ke kisaran 2,0% hingga 4,0%, dari sebelumnya 1,0% hingga 3,0%. Pemerintah menilai momentum ekonomi global yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal keempat diperkirakan berlanjut hingga 2026.
“Dengan latar belakang ini, prospek pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa terkait perdagangan di Singapura untuk 2026 telah membaik sejak November,” kata kementerian tersebut.
Dalam pernyataan terpisah, Enterprise Singapore menaikkan perkiraan pertumbuhan ekspor domestik non-minyak (non-oil domestic exports/NODX) menjadi 2,0% hingga 4,0%, dari sebelumnya nol hingga 2,0%.
Enterprise Singapore menyatakan permintaan kuat yang terkait kecerdasan buatan (AI) serta harga emas yang tinggi diperkirakan tetap menopang pertumbuhan NODX. Namun, lembaga itu juga menyoroti risiko penurunan, termasuk potensi meningkatnya ketegangan perdagangan atau koreksi pada permintaan investasi terkait AI.

